
Ambon, Fakta64.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Ambon terus berinovasi dengan menghadirkan layanan berbasis pengalaman melalui tiga program unggulan, yakni Tour On Board, Meeting On Board, dan Study On Board.
Program ini menjadi langkah baru PELNI dalam memperluas fungsi kapal, bukan hanya sebagai moda transportasi laut, tetapi juga sebagai sarana edukasi, kolaborasi, dan promosi.
Kepala Cabang PT PELNI Ambon, Ridwan Mandaliko, mengatakan, program tersebut menyasar sekolah, instansi pemerintah, perusahaan, hingga masyarakat umum yang ingin merasakan langsung aktivitas di atas kapal PELNI.
“Program Tour On Board mulai mendapat respons positif dari sejumlah sekolah di Kota Ambon. Bahkan, beberapa sekolah telah mengajukan permintaan penawaran resmi kepada PELNI,” hal ini disampaikan Ridwan saat kegiatan silaturahmi, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi bersama insan pers di Kantor PT PELNI Cabang Ambon, Selasa (22/7/2026).
Ia, menyampaikan rasa syukur, dengan dibukanya program ini, sudah ada beberapa sekolah yang mulai tertarik dan telah meminta penawaran.
“Kami berharap pada bulan Agustus nanti sudah ada pelaksanaan Tour On Board,” ujarnya.
Menurutnya, Tour On Board tidak sekadar mengajak peserta berkeliling kapal. Program tersebut memberikan pengalaman langsung mengenal fasilitas kapal, sistem operasional pelayaran, akomodasi penumpang, hingga berbagai layanan yang tersedia selama pelayaran.
Dijelaskan, selain itu juga, PELNI juga menawarkan Meeting On Board, sebuah konsep penyelenggaraan rapat maupun kegiatan perusahaan di atas kapal saat berlayar. Konsep ini dinilai mampu menghadirkan suasana berbeda sekaligus meningkatkan produktivitas kegiatan.
Ia, mencontohkan, Bank Indonesia telah memanfaatkan layanan tersebut dengan menggelar kegiatan meeting sekaligus sosialisasi produk di atas KM Labobar pada rute Ambon–Banda.
“Ke depan kami ingin mengajak pemerintah daerah, pelaku UMKM, perbankan, BUMN, maupun perusahaan swasta agar bisa memanfaatkan kapal sebagai lokasi kegiatan yang berbeda dan memberikan pengalaman baru,” ungkapnya.
Tak berhenti di situ, PELNI juga memperkenalkan Study On Board, program pembelajaran yang ditujukan bagi sekolah pelayaran maupun institusi pendidikan lainnya. Melalui program ini, peserta mengikuti proses belajar secara langsung di atas kapal selama pelayaran.
Ia menyebutkan, peserta tidak hanya memperoleh materi teori, tetapi juga praktik lapangan dengan mengamati langsung sistem navigasi, ruang mesin, operasional kapal hingga aktivitas awak kapal.
“Belajarnya tetap sesuai kurikulum, tetapi dipindahkan ke atas kapal sehingga siswa bisa melihat langsung bagaimana dunia pelayaran bekerja. Ini tentu menjadi pengalaman yang tidak didapat hanya di ruang kelas,” jelasnya.
Program tersebut dikemas dalam paket perjalanan beberapa hari, seperti rute Ambon–Banda–Tual pulang pergi. Selama pelayaran, peserta memperoleh fasilitas kamar, konsumsi tiga kali sehari, serta pendampingan kru kapal yang berkompeten sesuai bidangnya.
Ridwan optimistis inovasi tersebut akan membuka peluang baru bagi pemanfaatan kapal PELNI sebagai ruang edukasi, kolaborasi, hingga promosi bagi berbagai sektor di Maluku.
“Kami ingin kapal PELNI menjadi ruang belajar, ruang kolaborasi, sekaligus ruang promosi yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan,” pungkasnya. (F64)
