
Saparua, Fakta64.com – Syarifudin Pattisahusiwa resmi dilantik sebagai Raja Negeri Siri Sori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (23/5/2026). Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat penting tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Maluku.
Hadir dalam agenda tersebut Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Anggota DPD RI Bisri Assidik Latuconsina, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto, Sekretaris Daerah Maluku, Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, serta sejumlah kepala daerah lainnya di Provinsi Maluku. Turut hadir pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku maupun DPRD kabupaten/kota, Forkopimda Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Tengah, para raja negeri adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, hingga masyarakat Negeri Siri Sori Islam.
Dalam sambutannya, Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa pelantikan raja bukan sekadar seremoni pemerintahan adat, melainkan momentum penting untuk meneguhkan kembali marwah negeri dan menjaga warisan leluhur orang Maluku.
“Hari ini, kita tidak hanya melantik seorang raja, tetapi juga meneguhkan kembali marwah negeri, menyambung warisan leluhur, dan memelihara nafas peradaban orang Maluku yang berdiri kokoh di atas nilai persaudaraan, kehormatan, dan kearifan adat,” ucap Gubernur.
Menurut Hendrik, dalam kosmologi budaya Maluku, seorang raja memikul tiga mandat sekaligus, yakni mandat negara berdasarkan peraturan perundang-undangan, mandat sebagai pemimpin masyarakat adat, serta mandat sebagai khalifah atau pemimpin umat.
Ia juga menekankan bahwa pelantikan Raja Siri Sori Islam menjadi simbol kuat eksistensi adat dan budaya Maluku di tengah perkembangan zaman.
“Kita sedang menyatakan kepada dunia bahwa Maluku tetap berdiri tegak dengan kekayaan adat, nilai, dan kearifan leluhur yang terus hidup dalam semangat orang basudara,” ungkap Hendrik.
Pada kesempatan itu, Hendrik mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai Siwalima dan memperkuat persaudaraan antarwarga sebagai fondasi utama kehidupan sosial di Maluku.
Ia turut mengapresiasi masyarakat Negeri Siri Sori Islam yang dinilai mampu menjalani proses penetapan raja secara santun, damai, dan tetap menghormati adat istiadat hingga terpilihnya Raja dari Mata Rumah Parentah Pattisahusiwa.
“Saya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh masyarakat Negeri Siri Sori Islam yang berproses dengan sangat santun, menghormati adat dan budaya, sehingga terpilihnya Bapa Raja dari Mata Rumah Parentah Pattisahusiwa. Ini menjadi contoh baik dan teladan bagi negeri-negeri lain di Provinsi Maluku,” jelas Hendrik.
Kepada Raja Siri Sori Islam yang baru dilantik, Hendrik menitipkan pesan agar menjalankan kepemimpinan secara tanggap, bijaksana, serta menjunjung tinggi hukum dan martabat adat di tengah arus perubahan global.
“Saya berharap Upu Latu bersama perangkat Saniri Negeri harus tanggap sekaligus bijak dalam menyikapi perubahan zaman. Hindarilah penyalahgunaan kewenangan yang berujung pada ranah hukum,” tutur Hendrik.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Maluku akan terus memperkuat eksistensi negeri-negeri adat sebagai pusat jati diri dan roh kebudayaan masyarakat Maluku.
“Pemerintah Provinsi Maluku akan terus menguatkan negeri-negeri adat, sebab di sanalah bersemayam jati diri, kehormatan, dan roh kebudayaan orang Maluku,” terang Hendrik.
Mengakhiri sambutannya, Hendrik mengajak seluruh masyarakat Siri Sori Islam dan Kecamatan Saparua Timur untuk bersatu mendukung pemerintahan raja yang baru demi terciptanya keamanan, ketertiban, dan pembangunan negeri yang berkeadilan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Syarifudin Pattisahusiwa beserta keluarga. Semoga menjadi pemimpin yang amanah, adil, pengayom, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Negeri Siri Sori Islam,” tutup Gubernur. (F64)
