
Papua, Fakta64.com – Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan energi tetap aman menjelang perayaan Iduladha dan libur panjang akhir pekan di wilayah Papua dan Maluku.
Salah satu langkah antisipasi yang dilakukan yakni menambah penyaluran minyak tanah subsidi sebanyak 450 ribu liter di sejumlah daerah yang diperkirakan mengalami peningkatan konsumsi masyarakat.
Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, mengatakan, tambahan penyaluran minyak tanah tersebut telah dikoordinasikan bersama pemerintah daerah setempat agar kebutuhan masyarakat selama momentum hari raya dapat terpenuhi.
“Tambahan penyaluran minyak tanah sudah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan masyarakat tercukupi, khususnya di wilayah yang merayakan Iduladha,” ucapnya dalam rilis yang diterima media ini, Selasa (26/5).
Menurutnya, penyaluran tambahan minyak tanah difokuskan di dua provinsi, yakni Maluku dan Papua Barat Daya. Untuk wilayah Maluku, tambahan pasokan mencapai 370 ribu liter, sementara Papua Barat Daya memperoleh tambahan sebanyak 80 ribu liter.
Dijelaskan, penyaluran tambahan telah dilakukan secara bertahap sejak 23 hingga 24 Mei dan akan terus disesuaikan dengan kondisi peningkatan kebutuhan di lapangan menjelang libur panjang akhir pekan.
Ia menegaskan, seluruh tambahan minyak tanah subsidi tersebut disalurkan langsung melalui pangkalan resmi dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah.
Selain minyak tanah, Pertamina Patra Niaga juga memastikan stok LPG dan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Papua-Maluku dalam kondisi aman.
Lebih lanjut, dikatakan, hingga Selasa (26/5), stok LPG yang disuplai dari Integrated Terminal Wayame Ambon dan Integrated Terminal Jayapura tercatat mencapai 2.000 metrik ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan LPG non subsidi hingga dua bulan ke depan.
Sementara untuk stok BBM, Pertamina mencatat ketersediaan Solar dan Dexlite mencapai 84 juta liter atau setara ketahanan stok selama 14 hari. Pertalite tersedia 28,4 juta liter dengan ketahanan hingga 17 hari, Pertamax mencapai 32 juta liter untuk kebutuhan 42 hari, sedangkan Avtur dan kerosene berada di angka 40 juta liter atau cukup hingga 23 hari ke depan.
Dijelaskan, stok energi tersebut akan terus diperbarui karena suplai BBM dan LPG dilakukan secara berkala setiap tiga hingga empat hari melalui kapal distribusi yang terjadwal.
“Tim di lapangan juga akan tetap siaga selama masa libur untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi masyarakat. Jika diperlukan, penyaluran dapat dilakukan di luar jam reguler,” ujarnya.
Pertamina pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap membeli BBM, LPG, maupun minyak tanah sesuai kebutuhan.
Untuk informasi lebih lanjut terkait produk dan layanan, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135. (F64)
