
Ambon, Fakta64.com — Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menghadiri acara Yudisium Dokter dan Pengambilan Sumpah Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (Unpatti) Angkatan XXXVIII yang berlangsung di ruang theater Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Ambon, Rabu (13/5/2026).
Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Kedokteran Unpatti yang terus berkembang dan menjadi salah satu kebanggaan pendidikan tinggi di Maluku.
Ia juga memberikan penghormatan kepada para orang tua mahasiswa yang telah berjuang membiayai pendidikan anak-anak mereka hingga berhasil menyandang gelar dokter.
“Di balik keberhasilan seorang dokter, ada perjuangan besar orang tua. Ada yang membiayai dari hasil jual pala, jual cengkih, dari gaji PNS, polisi, tentara, bahkan ada yang harus berutang demi melihat anaknya berhasil menjadi dokter,” ucap Wagub.
Menurut Wagub, prosesi pengambilan sumpah dokter bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk mengabdi kepada masyarakat dan kemanusiaan.
Ia juga mengingatkan para dokter muda agar terus meningkatkan kapasitas diri dan tidak berhenti belajar, mengingat dunia kedokteran terus berkembang seiring tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
“Jadilah dokter yang bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian terhadap masyarakat. Profesi dokter adalah profesi mulia karena bukan hanya bekerja untuk mencari nafkah, tetapi juga menyelamatkan dan memberi harapan bagi orang lain,” ungkap Wagub.
Wagub turut menyoroti masih terbatasnya tenaga dokter di sejumlah wilayah di Maluku, terutama di daerah terpencil dan puskesmas yang masih kekurangan tenaga kesehatan. Karena itu, ia berharap para dokter muda memiliki semangat pengabdian untuk melayani masyarakat di wilayah-wilayah yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Masyarakat di desa-desa terpencil juga membutuhkan pelayanan kesehatan yang baik. Kehadiran seorang dokter di tempat seperti itu sering kali bukan hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga memberi rasa aman dan harapan bagi masyarakat,” jelas Wagub.
Selain itu, Wagub menekankan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi di Maluku. Dunia pendidikan menjadi contoh nyata kehidupan keberagaman, di mana mahasiswa dari berbagai latar belakang agama dan suku dapat belajar bersama dalam suasana harmonis.
“Kalau kita ingin Maluku maju, maka Maluku harus tetap aman, damai, dan rukun. Pendidikan harus menjadi ruang yang memperkuat persaudaraan dan kemajuan bersama,” tegas Wagub.
Sebanyak 29 peserta resmi dikukuhkan sebagai dokter berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Nomor 1506/UN13.1.9/SK/2026.
Dalam kesempatan tersebut, Abdullah Vanath turut mengkalungkan medali kepada 29 dokter muda yang baru dikukuhkan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan profesi dokter.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Ambon, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Rektor Universitas Pattimura Ambon, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, pimpinan sivitas akademika Universitas Pattimura, tenaga pengajar, para orang tua mahasiswa, serta tamu undangan lainnya. (F64)
