
Ambon, Fakta64.com – Laut bukan sekadar pemisah antarpulau di Maluku. Di balik bentangan laut yang luas, masih ada warga yang harus berhadapan dengan sulitnya akses terhadap layanan keuangan dan kesehatan. Kondisi itu kembali dijawab melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.
Tim gabungan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku menyambangi Desa Ilwaki, Kecamatan Wetar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Sabtu (29/8/2026).
Ilwaki menjadi sasaran pertama misi ERB 2026 di Pulau Wetar. Dengan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Posepa-870 dari Satuan Kapal Patroli (Satrol) Kodaeral IX, tim membawa dua misi sekaligus, memastikan layanan Rupiah tetap menjangkau wilayah terluar serta menghadirkan pelayanan kesehatan langsung bagi masyarakat.
KRI Posepa-870 yang dikomandani Mayor Laut (P) Muhammad Fachri menjadi bagian penting dalam menjangkau kawasan yang secara geografis tidak mudah diakses.
Setibanya di Desa Ilwaki, tim langsung menggelar layanan kas keliling dan bakti sosial kesehatan di Balai Desa. Masyarakat mendapat kesempatan memperoleh layanan penukaran dan distribusi uang Rupiah sekaligus edukasi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Edukasi tersebut tidak sekadar berbicara mengenai uang sebagai alat transaksi. Di wilayah perbatasan dan kepulauan terluar, Rupiah juga memiliki makna strategis sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
60 Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis
Di saat layanan Rupiah berjalan, tim kesehatan Kodaeral IX membuka pelayanan kesehatan gratis bagi warga Ilwaki.
Sebanyak 60 warga mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Sejumlah keluhan yang ditangani antara lain dispepsia atau gangguan lambung, osteoarthritis, mialgia atau pegal linu, dermatitis, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga hipertensi.
Kehadiran layanan kesehatan ini menjadi penting bagi masyarakat Ilwaki yang menghadapi keterbatasan akses pelayanan kesehatan akibat kondisi geografis.
Sekretaris Desa Ilwaki mengapresiasi kehadiran TNI Angkatan Laut dan BI yang menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu sasaran ERB 2026.
Menurutnya, pengobatan gratis yang diberikan tim sangat membantu warga di desa terpencil yang tidak mudah menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kami sangat berterima kasih kepada TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia. Adanya pengobatan gratis ini sangat berarti bagi warga masyarakat Desa Ilwaki yang merupakan daerah terpencil dan sulit dijangkau,” ujar Sekretaris Desa Ilwaki.
Sinergi TNI AL-BI untuk Wilayah 3T
Komandan Kodaeral IX Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., mengatakan ERB merupakan bentuk sinergi strategis antara TNI Angkatan Laut, khususnya Kodaeral IX, dengan Bank Indonesia untuk memastikan kehadiran negara dapat dirasakan langsung masyarakat di wilayah terluar.
Menurutnya, misi tersebut tidak berhenti pada distribusi dan pelayanan Rupiah. Kehadiran layanan kesehatan menjadi bagian dari upaya memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di kawasan 3T.
Ia berharap kolaborasi TNI AL dan BI dapat dilakukan secara berkesinambungan, baik untuk memperkuat kedaulatan Rupiah maupun mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar di Maluku.
“Semoga hadirnya pelayanan perbankan serta bakti kesehatan gratis ini mampu meringankan beban warga Desa Ilwaki, menghadirkan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat, dan semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat di kawasan perbatasan NKRI,” pungkasnya.
Dalam pelaksanaan di Ilwaki, ERB 2026 melibatkan 15 personel Tim ERB BI 2026, tiga personel kesehatan Kodaeral IX, satu personel Dinas Penerangan (Dispen) Kodaeral IX, satu personel Intel Kodaeral IX, serta personel KRI Posepa-870.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.
Usai menuntaskan misi pertama di Pulau Wetar, KRI Posepa-870 kembali melanjutkan pelayaran menuju Pulau Kisar, sasaran berikutnya dalam rangkaian Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026.
Perjalanan itu menjadi penegasan bahwa di wilayah kepulauan seperti Maluku, menghadirkan layanan negara bukan perkara jarak semata. Laut yang memisahkan pulau justru menjadi jalur yang harus ditembus agar Rupiah, pelayanan publik, dan perhatian negara tetap hadir hingga ke masyarakat di garis terluar.
(F64)
