
Ambon, Fakta64.com – Laut tak lagi menjadi alasan jauhnya pelayanan negara. Di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), kehadiran negara kembali dibuktikan melalui layanan Rupiah dan bakti kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku TA 2026, bersinergi dengan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX, tim gabungan menyambangi Desa Wonreli, Kecamatan Kisar Selatan, Minggu (30/8/2026).
Menggunakan KRI Posepa-870 Satrol Kodaeral IX, tim tiba di Dermaga Wonreli sebelum menggelar layanan Kas Keliling dan bakti kesehatan di halaman Desa Wonreli.
Pulau Kisar menjadi sasaran kedua dalam rangkaian ERB 2026 di wilayah Maluku. Kehadiran tim tidak sekadar membawa layanan penukaran dan pengelolaan uang Rupiah, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses kesehatan di wilayah kepulauan.
Edukasi Rupiah, Tegaskan Simbol Kedaulatan
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah).
Edukasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai fungsi Rupiah, sekaligus menanamkan kecintaan dan kebanggaan menggunakan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.
Lebih dari sekadar alat transaksi, Rupiah merupakan simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, penguatan pemahaman masyarakat di wilayah kepulauan menjadi bagian penting dalam memastikan Rupiah tetap menjadi alat pembayaran utama hingga ke daerah-daerah terluar.
86 Warga Manfaatkan Bakti Kesehatan Gratis
Misi ERB di Wonreli juga menyentuh sektor kesehatan.
Tim Kesehatan Kodaeral IX bersama Tim ERB membuka pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Sebanyak 86 warga Desa Wonreli memanfaatkan layanan tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah keluhan kesehatan yang dialami warga, mulai dari kolesterol, asam urat, pengapuran tulang, gangguan lambung, pegal linu, gatal-gatal hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Pelayanan tersebut menjadi penting mengingat karakter geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan membuat akses masyarakat terhadap layanan dasar, termasuk kesehatan, tidak selalu mudah.
TNI AL-BI Bergerak Menjangkau Pulau-Pulau
Komandan KRI Posepa-870, Mayor Laut (P) Muhammad Fachri, mengatakan kehadiran TNI AL bersama Bank Indonesia melalui ERB merupakan bentuk sinergi untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, tantangan geografis wilayah kepulauan membutuhkan pola pelayanan yang mampu menjangkau masyarakat secara langsung.
Kegiatan di Wonreli turut dihadiri Plt. Camat Kisar Utara, Camat Kisar Selatan, Dan Pos BKO 755 Nawasena, Tim Kesehatan Kodaeral IX, Tim ERB serta masyarakat Desa Wonreli.
Antusiasme warga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan memperlihatkan bahwa kehadiran KRI Posepa-870 bukan semata menjalankan misi pertahanan dan keamanan di laut.
Kapal perang tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan negara secara langsung di tengah masyarakat kepulauan.
Dari Kisar, ERB Bergerak ke Pulau Moa
Usai menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan di Pulau Kisar, KRI Posepa-870 melanjutkan pelayaran menuju Pulau Moa untuk meneruskan misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026.
Pergerakan dari satu pulau ke pulau lainnya menjadi gambaran bahwa pelayanan negara harus mampu menembus batas geografis.
Di tengah bentangan laut Maluku yang luas, sinergi TNI AL dan Bank Indonesia terus bergerak memastikan Rupiah hadir, layanan kesehatan menjangkau masyarakat, dan manfaat kehadiran negara dapat dirasakan hingga wilayah kepulauan.
Bersama rakyat, TNI AL dan BI terus bergerak menjaga kedaulatan sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah terdepan, terluar dan terpencil Indonesia. (F64)
