
Jayapura, Fakta64.com – Komitmen menjaga penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran kembali ditegaskan melalui Sidak Lintas Sektoral yang digelar di Kota Jayapura, Selasa (9/6).
Dalam operasi gabungan tersebut, petugas menemukan sejumlah pelanggaran serius, mulai dari tangki kendaraan yang telah dimodifikasi hingga penggunaan plat nomor polisi (nopol) palsu untuk membeli Biosolar subsidi secara berulang.
Kegiatan pengawasan yang dipusatkan di SPBU APO dan SPBU Entrop itu melibatkan Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku bersama Pemerintah Kota Jayapura, aparat kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta unsur Forkopimda Kota Jayapura.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, petugas mendapati beberapa truk diduga sengaja memodifikasi kapasitas tangki guna menampung BBM subsidi dalam jumlah lebih besar. Selain itu, ditemukan pula oknum pengemudi yang membawa lebih dari satu nopol palsu sebagai modus untuk mengelabui sistem pembelian sehingga dapat melakukan pengisian Biosolar subsidi berkali-kali.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, Justin Sitorus, menegaskan, bahwa praktik tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga merugikan masyarakat yang berhak menerima BBM subsidi.
“Temuan tangki modifikasi dan nopol palsu ini jelas melanggar hukum dan merugikan masyarakat luas. Kami dari Dinas Perhubungan Kota Jayapura akan mengevaluasi izin jalan kendaraan-kendaraan tersebut. Sinergi ini akan terus kita lakukan secara berkala agar tidak ada lagi oknum yang memanfaatkan BBM subsidi demi keuntungan pribadi,” tegasnya dalam rilis yang diterima media ini, Kamis, (11/6/2026).
Tak menunggu lama, aparat kepolisian langsung mengambil langkah tegas terhadap kendaraan yang terindikasi melakukan penyalahgunaan BBM subsidi. Sejumlah truk yang diduga terlibat langsung diamankan dan dibawa oleh Polres Kota Jayapura untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menyampaikan apresiasi atas tindakan cepat aparat penegak hukum dalam menindak pelaku penyalahgunaan BBM subsidi.
Menurutnya, Pertamina akan terus memperketat pengawasan di seluruh SPBU guna memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
“Kami mengapresiasi tindakan tegas dari pihak kepolisian yang langsung mengamankan truk-truk nakal tersebut. Di sisi lain kami juga terus melakukan pengawasan di SPBU agar benar-benar menyalurkan BBM bersubsidi sesuai dengan aturan yang berlaku. Bersama Pemkot dan aparat, kami berkomitmen memperkuat pengawasan penyaluran BBM subsidi agar benar-benar tepat sasaran untuk masyarakat yang berhak,” ujarnya.
Melalui sinergi lintas sektoral tersebut, Pertamina bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan berharap distribusi Biosolar maupun Pertalite subsidi di Kota Jayapura dapat terlindungi dari praktik penyelewengan yang selama ini menjadi salah satu penyebab kelangkaan dan antrean panjang di sejumlah SPBU.
Pertamina juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi distribusi BBM subsidi dengan melaporkan setiap indikasi kecurangan yang ditemukan di lapangan.
Dengan pengawasan yang semakin ketat dan tindakan hukum yang tegas, pemerintah berharap ruang gerak para pelaku penyalahgunaan BBM subsidi semakin sempit sehingga hak masyarakat atas energi bersubsidi dapat terjaga. (F64)
