
Ambon, Fakta64.com – Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan edukatif. Lewat program “School Goes to Airport”, pengelola bandara membuka akses bagi siswa SD Inpres 59 Tawiri untuk mengenal lebih dekat dunia penerbangan sekaligus menanamkan budaya keselamatan sejak usia dini.
Didampingi para guru dan kepala sekolah, para siswa diajak menyusuri berbagai fasilitas bandara dalam sebuah tur edukatif yang dirancang menyerupai perjalanan seorang penumpang, mulai dari proses check-in hingga ruang kedatangan.
General Manager Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen bandara untuk menghadirkan fungsi edukasi bagi masyarakat, bukan hanya sebagai simpul transportasi udara.
“Kami sangat antusias menyambut kehadiran adik-adik dari SD Inpres 59 Tawiri. Bandara Pattimura bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan juga jendela edukasi dan ruang publik bagi masyarakat sekitar. Kami berharap kunjungan ini dapat menumbuhkan cinta kedirgantaraan sejak dini dan menginspirasi mereka untuk berani bermimpi menjadi bagian dari ekosistem penerbangan di masa depan,” katanya dalma rilis yang diterima media ini, Senin, (3/8/2026).
Dijelaskan, perjalanan dimulai dari area check-in, di mana para siswa diperkenalkan dengan mekanisme pelaporan penumpang, proses penimbangan bagasi, pemberian label koper, hingga sistem conveyor yang mengantarkan barang ke ruang bagasi pesawat. Selanjutnya, rombongan memasuki Security Check Point (SCP) atau area pemeriksaan keamanan. Di lokasi ini, petugas Aviation Security memberikan edukasi mengenai pentingnya disiplin dalam menjaga keselamatan penerbangan.
“Anak-anak diberi penjelasan, bahwa area tersebut merupakan zona terbatas (restricted area) sehingga tidak diperbolehkan mengambil foto maupun merekam video. Mereka juga diperkenalkan dengan berbagai jenis barang yang dilarang masuk ke kabin pesawat, seperti benda tajam, senjata mainan, hingga pembatasan cairan,” ujarnya.
Perwakilan Aviation Security Bandara Pattimura, I Gde Bratha Adi, menegaskan bahwa edukasi keselamatan harus diperkenalkan sejak usia dini.
“Pemeriksaan keamanan adalah jantung keselamatan penerbangan. Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan budaya disiplin dan peduli keselamatan sejak dini. Anak-anak perlu memahami mengapa ada barang yang dilarang dibawa ke pesawat dan mengapa area ini memiliki aturan ketat, termasuk larangan memotret, yang seluruhnya bertujuan menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jasa bandara,” jelasnya.
Usai melewati pemeriksaan keamanan, para siswa melanjutkan kunjungan ke Gate 1 dan Gate 2, tempat mereka memperoleh penjelasan mengenai proses boarding sebelum penumpang memasuki pesawat.
Dijelaskan, Antusiasme semakin terlihat ketika rombongan diajak menuju anjungan bandara. Dari balik kaca besar, anak-anak dapat menyaksikan secara langsung aktivitas pesawat di apron.
Tak hanya itu, mereka juga diperkenalkan dengan berbagai fasilitas modern yang tersedia di Bandara Pattimura, mulai dari tenant kuliner, working space, game station, toilet, musala, hingga Kids Station yang disediakan khusus sebagai area bermain bagi anak-anak selama menunggu jadwal penerbangan.
Tur edukatif tersebut ditutup dengan mengunjungi Arrival Hall atau ruang kedatangan, tempat para siswa memahami proses pengambilan bagasi sekaligus melihat bagaimana penumpang disambut keluarga setelah tiba di tujuan.
Melalui program School Goes to Airport, Bandara Pattimura Ambon tidak hanya memperkenalkan dunia penerbangan kepada generasi muda, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya budaya keselamatan, disiplin, serta membuka wawasan anak-anak terhadap berbagai profesi di sektor aviasi yang dapat mereka cita-citakan di masa depan. (F64)
