
Ambon, Fakta64.com – Ratusan mahasiswa Universitas Pattimura atau Unpatti Ambon menggelar aksi demonstrasi di kawasan perempatan lampu merah Gong Perdamaian Dunia, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (17/6/2026).
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Massa menyoroti polemik kenaikan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM, kondisi nilai tukar rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Dalam aksi itu, massa mahasiswa menyampaikan kritik keras terhadap pernyataan Presiden Prabowo yang dinilai menyakiti masyarakat di daerah. Mereka menilai pernyataan bahwa masyarakat daerah tidak berbelanja menggunakan dolar dan karena itu tidak terdampak pelemahan rupiah, tidak mencerminkan kondisi riil masyarakat.
“Pernyataan Prabowo sangat menyakiti hati masyarakat Indonesia. Ia menyebut masyarakat daerah tidak belanja memakai dolar sehingga aman-aman saja,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.
Menurut massa aksi, pelemahan rupiah dan kenaikan harga BBM tetap berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, termasuk di Maluku.
Mereka menilai kondisi tersebut ikut memicu kenaikan harga bahan pokok, melemahkan daya beli warga, serta membebani sektor pendidikan.
“Turunkan harga BBM. Kebijakan ini sangat berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Harga bahan pokok naik dan sangat mengganggu pendidikan di Maluku,” ujar massa aksi.
Selain menuntut penurunan harga BBM, mahasiswa juga mendesak pemerintah mengambil langkah serius untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, menekan harga kebutuhan pokok, serta memastikan kebijakan ekonomi benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil.
Aksi yang berlangsung di pusat Kota Ambon itu mendapat pengawalan ketat dari aparat TNI-Polri. Meski berlangsung dengan tensi orasi yang tinggi, massa tetap menyampaikan aspirasi secara terbuka di ruang publik.
Dalam orasinya, massa juga menyuarakan desakan agar pemerintahan Prabowo-Gibran dievaluasi secara serius. Mereka menilai sejumlah kebijakan pemerintah saat ini belum menjawab keresahan masyarakat bawah dan justru memperberat beban ekonomi rakyat.
“Segera evaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran. Kebijakan yang merugikan rakyat kecil harus dihentikan,” tegas massa aksi.
Hingga aksi berlangsung, mahasiswa terus bergantian menyampaikan orasi. Mereka menegaskan bahwa demonstrasi tersebut merupakan bentuk kegelisahan masyarakat terhadap arah kebijakan ekonomi nasional yang dinilai belum berpihak kepada rakyat. (F64)
