
Ambon, Fakta64.com – PT PELNI (Persero) resmi memberlakukan penyesuaian tarif layanan angkutan muatan pada kapal penumpang untuk seluruh pemesanan mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini berlaku secara nasional, termasuk di wilayah Maluku.
Penyesuaian tarif tersebut hanya diterapkan pada sejumlah kategori layanan, yakni Dry Container High Cube, kendaraan Golongan III, General Cargo, dan General Cargo Khusus. Sementara itu, pemesanan yang telah dilakukan sebelum 1 Juli 2026 tetap menggunakan tarif lama.
Sekretaris Perusahaan PT PELNI (Persero), Ditto Pappilanda, mengatakan, kebijakan ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan untuk menjaga keberlanjutan layanan logistik di tengah meningkatnya biaya operasional serta kebutuhan peningkatan mutu pelayanan.
“Bagi PELNI, yang terpenting bukan hanya mengangkut barang sampai tujuan, tetapi juga memastikan layanan yang diberikan semakin baik. Kami berkomitmen agar layanan logistik yang disediakan tetap andal, aman, dan mampu menjawab kebutuhan distribusi barang di berbagai wilayah Indonesia,” katanya dalam rilis yang diterima media ini, Jumat, (3/7/2026). .
Menurutnya, penyesuaian tarif ini juga dibarengi dengan pembenahan layanan. PELNI memastikan ketersediaan kontainer di sejumlah pelabuhan, meningkatkan standar pengelolaan depo kontainer, serta mempermudah pelanggan dalam memperoleh layanan asuransi muatan.
Selain itu, PELNI menghadirkan layanan baru berupa Dry Container High Cube, yakni peti kemas dengan dimensi lebih tinggi dibanding kontainer reguler 20 feet. Layanan ini dinilai mampu mengangkut muatan dengan kapasitas lebih besar.
Dijelaskan, Perusahaan juga menyederhanakan klasifikasi kendaraan dengan menggabungkan kendaraan Golongan IIIA dan IIIB menjadi satu kategori, yakni Golongan III. Untuk layanan General Cargo, penyesuaian tarif dilakukan berdasarkan wilayah layanan masing-masing daerah. Sementara General Cargo Khusus diperuntukkan bagi pengiriman komoditas buah dan sayuran yang ditempatkan di car deck KM Dobonsolo dan KM Ciremai. Penempatan khusus itu dilakukan untuk menjaga kualitas muatan selama perjalanan.
Sementara itu, ia, mengingatkan bahwa pemesanan muatan melalui aplikasi MyCargoo! dibuka mulai H-7 sebelum keberangkatan kapal.
Adapun batas waktu pemesanan berbeda untuk setiap jenis layanan. Untuk kontainer, pemesanan ditutup 24 jam sebelum keberangkatan.
“Untuk general cargo dan kendaraan, pemesanan ditutup dua jam sebelum keberangkatan. Sementara layanan Redpack masih dapat dipesan hingga 30 menit sebelum kapal berangkat,” ungkapnya.
Kepala Cabang PT PELNI (Persero) Ambon, Ridwan Mandaliko, mengatakan kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas layanan logistik di Maluku.
Menurutnya, karakteristik Maluku sebagai wilayah kepulauan membuat transportasi laut memiliki peran vital dalam distribusi barang.
“Wilayah Maluku memiliki karakteristik kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut dengan potensi produk-produk dari Maluku ke seluruh wilayah di Indonesia. Oleh karena itu, penyesuaian tarif ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan layanan logistik yang lebih optimal serta memberikan kepastian pelayanan bagi masyarakat dan pelaku usaha di wilayah Maluku,” tuturnya.
Ia, menambahkan, PT PELNI Cabang Ambon terus mendorong kemudahan layanan melalui pemanfaatan kanal digital dan pelayanan langsung di kantor cabang. Langkah itu diharapkan membuat proses pengiriman barang menjadi lebih cepat, transparan, dan terintegrasi.
Ia juga mengajak masyarakat serta pelaku usaha di Maluku untuk memanfaatkan aplikasi MyCargoo! atau berkonsultasi langsung dengan kantor cabang PELNI guna memperoleh informasi tarif dan layanan angkutan muatan sesuai kebutuhan.
Melalui kebijakan ini, PELNI berharap layanan angkutan muatan kapal penumpang semakin berkualitas dan mampu mendukung kelancaran distribusi logistik nasional, terutama di wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut.
Saat ini, PT PELNI (Persero) mengoperasikan 84 armada yang terdiri dari 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 18 kapal rede, sembilan kapal tol laut, dan satu kapal ternak.
Diketahui, operasional perusahaan didukung 43 kantor cabang yang melayani 357 pelabuhan singgah melalui 1.111 ruas pelayaran serta 306 terminal point yang tersebar di seluruh Indonesia. (F64)
