
Ambon, Fakta64.com – Panitia pelaksana Lasqi Nusantara Jaya Fest 2026 angkat bicara menanggapi pernyataan Ustad Rifqi yang merasa dikesampingkan dan mengaku sebagai tokoh agama yang tidak dilibatkan dalam kegiatan Lasqi Bersalawat. Panitia menegaskan hal itu keliru dan jauh dari fakta — sejak awal tidak pernah ada kontrak maupun kesepakatan kerja sama di antara kedua belah pihak.
Penegasan itu disampaikan langsung oleh perwakilan Panitia, Ari Hulopy, kepada awak media, Rabu (2/9/2026).
Menurut Ari, panitia memang pernah berkoordinasi dengan Ustad Rifqi terkait kemungkinan memimpin sesi Lasqi Bersalawat. Namun pembicaraan tersebut tidak berujung pada kesepakatan, terutama terkait permintaan anggaran.
“Dalam komunikasi itu, beliau meminta anggaran Rp10 juta untuk pribadi. Jika melibatkan tim, mencapai Rp15 juta. Karena anggarannya besar, panitia tidak bisa menerima. Jelas, tidak pernah ada kontrak kerja sama — masih sebatas koordinasi,” ungkap Ari.
Karena tidak tercapai kesepakatan, panitia kemudian memutuskan mengundang ustad lain untuk memimpin Lasqi Bersalawat. Keputusan itu, kata Ari, bukan bentuk mengesampingkan pihak tertentu, melainkan konsekuensi dari tidak adanya kesepakatan yang mengikat.
“Kalau tidak ada kesepakatan untuk dilanjutkan, artinya tidak jadi. Itu hal biasa. Tapi kalau sudah ada kontrak lalu tidak dihadirkan, itu baru kami yang salah,” tegasnya.
Ustad yang akhirnya dilibatkan, lanjut Ari, tidak meminta honor khusus. Panitia hanya memfasilitasi konsumsi dan uang transportasi.
Konsep Lasqi Bersalawat Bukan Ide Pribadi Ustad Rifqi
Ari juga membantah anggapan bahwa konsep Lasqi Bersalawat adalah ide pribadi Ustad Rifqi yang kemudian tidak dihargai panitia. Ia menjelaskan, konsep tersebut sudah dirancang sejak awal sebagai bagian dari rangkaian festival, terinspirasi dari Lasqi Bersalawat tingkat nasional yang digelar di Kabupaten Bogor tahun 2025, atas arahan langsung Ketua DPD Lasqi Nusantara Jaya Kota Ambon.
“Konsep itu sudah ada sejak awal. Bukan ide beliau. Jadi tidak benar jika diklaim sebagai gagasan pribadi,” kata Ari.
Minta Klarifikasi, Jangan Cemarkan Nama Baik Lasqi
Ari meminta Ustad Rifqi untuk memberikan klarifikasi atas pernyataannya yang beredar di media. Ia khawatir ketidaksamaan informasi ini dapat merusak citra Lasqi Nusantara Jaya Kota Ambon, yang juga merupakan bagian dari kegiatan Pemerintah Kota Ambon.
“Lasqi ini wadah pembinaan generasi muda, sekaligus bagian dari Pemkot Ambon. Jangan sampai persoalan ini mencoreng nama baik kami maupun pemerintah. Sebagai ulama, semestinya sampaikan sesuatu setelah konfirmasi dulu,” harapnya.
“Beta minta beliau klarifikasi pernyataan di media itu. Kita sepatutnya saling menghargai, bukan memperkeruh suasana,” pungkas Ari.
Panitia menegaskan tetap terbuka untuk silaturahmi dan kerja sama, asalkan terjalin dengan dasar kesepakatan yang saling menguntungkan dan sesuai kemampuan serta ketentuan organisasi.
Bukankah kita umat IsIam diajarkan untuk bersabar ikhlas dan menerima alangkah baiknya juga Ustadz Rifki juga mengaplikasikan itu dalam diri dan kehidupan Ustadz. (F64)
