
AMBON, Fakta64.com — Rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon semakin semarak.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, secara resmi membuka DPRD Expo 2026 dengan memukul tifa sebagai tanda dimulainya kegiatan yang digelar di Kantor DPRD Kota Ambon.
Pukulan tifa tersebut menjadi simbol dimulainya DPRD Expo 2026, sekaligus bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong HUT ke-451 Kota Ambon yang akan diperingati pada 7 September 2026.
Bodewin mengatakan, momentum HUT Kota Ambon tidak boleh hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial. Usia 451 tahun harus menjadi ruang untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai program pembangunan yang telah dilaksanakan sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi tantangan Kota Ambon ke depan.
“Berbagai kegiatan yang dilaksanakan menjelang HUT Kota Ambon harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kemeriahan perayaan penting, namun yang jauh lebih penting adalah manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Setiap kali kita, merayakan hari ulang tahun kota ini, tentu perlu kita lakukan evaluasi terhadap berbagai hal yang sudah kita lakukan, tetapi juga sekaligus merencanakan berbagai hal yang akan kita lakukan ke depan demi dan untuk kemajuan Kota Ambon yang kita cintai,” kata Bodewin saat membuka acara di DPRD Kota Ambon, Rabu, (2/8/2026).
Ia mengakui Kota Ambon saat ini diperhadapkan dengan berbagai tantangan pembangunan yang tidak ringan. Tantangan tersebut harus mampu diidentifikasi secara tepat agar pemerintah bersama DPRD dan seluruh pemangku kepentingan dapat menemukan solusi yang tepat.
“Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama adalah penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM),” jelas Bodewin.
Bodewin menilai UMKM memiliki posisi strategis bagi Kota Ambon karena keterbatasan sumber daya alam dan belum tersedianya sektor industri besar yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Ambon bukan Morowali. Ambon bukan daerah yang memiliki sumber daya alam yang besar,” tegasnya.
Karena itu, pemerintah memilih memperkuat ekonomi kerakyatan dengan mendorong kemandirian masyarakat melalui UMKM.
Pemkot Ambon, kata Bodewin, harus hadir sebagai fasilitator dengan membuka akses pasar seluas-luasnya, membantu permodalan, menyediakan ruang usaha hingga mendorong produk UMKM masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.
Lebih lanjut diketahui, langkah tersebut penting di tengah kondisi dunia usaha yang menghadapi tekanan, termasuk PHK dan penutupan sejumlah perusahaan.
Dalam situasi tersebut, UMKM dinilai tetap memiliki daya tahan karena tumbuh dan bergerak langsung dari aktivitas ekonomi masyarakat.
“UMKM tetap eksis di tengah-tengah berbagai tantangan yang ada. Karena itu, mereka yang kita berikan terus ruang kepada pelaku-pelaku UMKM,” ujarnya.
Selain penguatan UMKM, Bodewin juga menekankan pentingnya transformasi tata kelola pemerintahan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Di era keterbukaan dan perkembangan teknologi, pemerintah dituntut memberikan pelayanan yang mudah, cepat, responsif dan transparan.
Pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk memangkas proses birokrasi dan memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai pelayanan.
Bodewin juga menyinggung penghargaan Financial Literacy Award yang diterima Kota Ambon dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pusat. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Di sisi lain, DPRD Kota Ambon diharapkan terus membuka diri sebagai rumah rakyat. Masyarakat harus memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, keluhan dan persoalan yang mereka hadapi agar dapat diperjuangkan melalui lembaga legislatif.
DPRD Expo 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Kegiatan tersebut harus menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, DPRD, OJK, perbankan, lembaga keuangan, pelaku UMKM dan masyarakat untuk memperkuat ekonomi Kota Ambon.
Bodewin menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Kota Ambon serta seluruh pihak yang telah menginisiasi pelaksanaan DPRD Expo 2026.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh kolaborasi yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kalau dua hal ini saja bisa kita lakukan dengan baik, kita yakin dan percaya Kota Ambon bisa semakin maju ke depan,” tandasnya.
Dengan dibukanya DPRD Expo 2026 melalui pukulan tifa, rangkaian menuju HUT ke-451 Kota Ambon resmi dimulai. Tantangannya kini bukan sekadar bagaimana merayakan usia kota, tetapi bagaimana menjadikan momentum tersebut sebagai titik evaluasi dan kebangkitan ekonomi serta pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat. (F64)
