
Ambon, Fakta64.com – Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan komitmennya dalam memperluas pelayanan imunisasi hingga menjangkau wilayah terpencil dan terluar melalui pelaksanaan Pekan Imunisasi Dunia (PID) Provinsi Maluku Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Bebas Penyakit, Maluku Hebat par Maluku pung Bae” dengan slogan “Lindungi Diri, Lindungi Semua, Maluku Hebat” itu menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya imunisasi sebagai perlindungan kesehatan bagi seluruh kelompok usia.
Sambutan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan PID 2026 sebagai bagian dari penguatan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya imunisasi.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Pekan Imunisasi Dunia Tahun 2026 ini. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kesadaran masyarakat bahwa imunisasi adalah investasi kesehatan jangka panjang bagi generasi penerus bangsa,” ucap Gubernur.
Ia menegaskan, tantangan geografis Maluku sebagai daerah kepulauan tidak menjadi penghalang dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan inklusif bagi seluruh masyarakat.
“Di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan, semangat kolaborasi, dedikasi, dan kerja keras seluruh pihak menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas tetap dapat dihadirkan hingga menjangkau daerah terpencil dan terluar di Maluku,” ujar Gubernur.
Menurut Gubernur, Pekan Imunisasi Dunia 2026 menjadi momentum penting untuk kembali meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya imunisasi dalam mencegah berbagai penyakit menular yang dapat dicegah melalui vaksinasi.
Pemerintah Provinsi Maluku juga menegaskan dukungannya terhadap transformasi sistem kesehatan nasional, khususnya penguatan layanan kesehatan primer dengan imunisasi sebagai salah satu intervensi utama sepanjang siklus kehidupan masyarakat.
Dalam sambutan tersebut juga disebutkan bahwa Maluku yang memiliki 1.422 pulau menghadapi tantangan besar dalam memastikan akses layanan kesehatan yang adil dan merata.
Karena itu, program imunisasi membutuhkan inovasi, ketangguhan, serta kolaborasi lintas sektor yang kuat.
Pemerintah daerah turut memberikan penghargaan kepada tenaga kesehatan, kader, dan seluruh mitra yang selama ini terus bekerja menjangkau masyarakat di wilayah terpencil dan sulit diakses.
“Saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh tenaga kesehatan, kader, dan para mitra yang terus bekerja tanpa lelah menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil, terluar, dan sulit dijangkau,” ujar Gubernur.
Melalui momentum PID 2026, Pemprov Maluku mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan cakupan imunisasi, memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat, memperkuat pelayanan hingga tingkat desa dan dusun, serta mengoptimalkan peran tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dalam membangun kepercayaan publik terhadap imunisasi.
“Keberhasilan program imunisasi adalah tanggung jawab bersama. Ini bukan hanya tugas sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat,” tegas Gubernur.
Pembukaan Pekan Imunisasi Dunia Tahun 2026 ditandai secara simbolis melalui touchscreen finger oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku didampingi Kepala UNICEF Perwakilan Ambon, Ketua TP PKK Provinsi Maluku Maya Baby Lewerissa, Staf Ahli TP PKK Hj. Rohany Vanath, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku kepada Sekretaris Daerah Provinsi Maluku. (F64)
