
Dobo, Fakta64.com – Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi lima nelayan yang sempat terombang-ambing di sekitar Perairan Pulau Wasir, Kepulauan Aru, setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami patah as kemudi, Rabu (27/5/2026).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.41 WIT. Kapal nelayan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian as kemudi saat berada di sekitar Perairan Pulau Wasir. Akibatnya, kapal tidak dapat dikendalikan dan para penumpang membutuhkan pertolongan segera.
Informasi kondisi membahayakan jiwa manusia itu diterima Tim SAR sekitar pukul 11.03 WIT dari seorang pelapor bernama Arul.
Dalam laporannya, Arul meminta bantuan evakuasi terhadap kapal nelayan yang mengalami kerusakan di laut.
Menerima laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB). Lokasi kejadian berada pada koordinat 5°34’7.77″S – 134°16’5.18″E.
Koordinator USS SAR Dobo, Glenn Tehupuring, menjelaskan, kapal nahas itu mengalami patah as kemudi sejak pagi dan sempat terombang-ambing di perairan tersebut.
“Sekitar pukul 14.05 WIT, kapal nelayan berhasil ditemukan. Seluruh korban dalam keadaan selamat dan langsung dievakuasi menuju Kota Dobo untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya kepada media ini.
Operasi SAR tersebut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya, Basarnas USS Dobo, Polairud Polres Kepulauan Aru, Lanal Aru, dan BPBD Kepulauan Aru. Adapun alut SAR yang digunakan meliputi Rigid Inflatable Boat dan Rescue Car.
Proses pencarian sempat berlangsung dalam kondisi cuaca hujan ringan, angin tenggara dengan kecepatan 28 knots, serta tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Adapun lima nelayan yang berhasil dievakuasi yakni Vincent Benamem (35), Natal Rumahuru (32), Belsai Laelaem (22), Dani Banamem (22), dan Ceker Banamem (19).
(F64)
