
Ambon, Fakta64.com – PT Jasa Raharja memperkuat sinergi lintas sektor untuk meningkatkan keselamatan transportasi dan kesiapsiagaan menghadapi masa angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Fokus utama diarahkan pada pencegahan kecelakaan, pengamanan arus perjalanan, serta percepatan penanganan korban.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta Persiapan Angkutan Nataru 2026/2027 yang digelar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Rapat yang dipimpin Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan itu turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Arif Toha Tjahjagama, Kakorlantas Polri Brigjen Pol. Aries Syahbudin, serta perwakilan kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan sektor transportasi.
Aan menekankan pentingnya antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat melalui pemetaan titik rawan, pengaturan arus kendaraan, penyiapan jalur alternatif, serta penyampaian informasi perjalanan yang cepat dan akurat.
Kesiapan armada, pengemudi, awak angkutan, kapasitas kendaraan, dan perlengkapan keselamatan juga harus dipastikan sebelum periode libur berlangsung.
Sementara itu, Awaluddin menegaskan bahwa peran Jasa Raharja perlu diperkuat, tidak hanya dalam pembayaran santunan kepada korban kecelakaan, tetapi juga melalui upaya perlindungan yang lebih proaktif.
“Selama ini, Jasa Raharja dikenal dalam fungsi pembayaran santunan atau administrative payer. Ke depan, kami ingin memperkuat kontribusi sebagai protection provider,” ujarnya.
Menurut Awaluddin, penguatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi pencegahan kecelakaan, edukasi keselamatan, serta percepatan penanganan korban tanpa mengambil alih kewenangan instansi lain. Sinergi antarpemangku kepentingan dinilai penting agar upaya keselamatan berjalan terintegrasi, mulai dari pencegahan hingga penanganan pascakecelakaan.
Dalam langkah preventif, Jasa Raharja mendorong intervensi pada titik rawan kecelakaan atau black spot melalui koordinasi penentuan lokasi prioritas dan penanganan yang sesuai. Percepatan respons pada masa krusial atau golden hour juga menjadi perhatian untuk meningkatkan peluang korban memperoleh pertolongan tepat waktu.
Selain itu, Jasa Raharja mengoptimalkan aplikasi MyJasfren yang dilengkapi fitur pelaporan kecelakaan guna mendukung koordinasi dan respons bersama.
Pelibatan komunitas masyarakat serta pengemudi turut didorong, disertai edukasi Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD), khususnya agar masyarakat memahami tindakan awal yang tepat dan tidak memperburuk kondisi korban, termasuk pada kasus cedera kepala.
Melalui penguatan kolaborasi tersebut, kesiapan menghadapi Nataru 2026/2027 diharapkan tidak hanya berorientasi pada kelancaran mobilitas, tetapi juga menjamin keselamatan perjalanan serta mempercepat penanganan ketika kecelakaan terjadi. (F64)
