
Ambon, Fakta64.com – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengapresiasi pelaksanaan Festival Hadroh di Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu, yang digelar dalam rangkaian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (6/9/2026).
Festival ini dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai keagamaan, melestarikan tradisi Islam, merawat persaudaraan, sekaligus membuka peluang pengembangan wisata religi di Maluku.
Dalam sambutannya, Lewerissa menegaskan, Festival Hadroh bukan sekadar pertunjukan seni keagamaan, melainkan media dakwah yang mampu menanamkan nilai keimanan, memperhalus akhlak, serta memperkuat toleransi dan kerukunan masyarakat.
Ia menyebut Jazirah Leihitu memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan Islam di Maluku. Kawasan tersebut sejak lama menjadi salah satu pusat penyebaran Islam dan pertumbuhan tradisi serta seni budaya Islam di daerah ini.
“Negeri Jazirah Leihitu adalah negeri yang sejak dahulu kala menjadi pusat penyebaran Islam di Maluku. Di sinilah denyut awal budaya dan seni Islam berakar kuat,” ujar Lewerissa.
Menurutnya, perpaduan agama dan seni dalam perayaan Maulid Nabi menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan kebaikan kepada masyarakat. Lantunan shalawat dan syair yang diiringi rebana tidak hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga memperkuat nilai spiritual dan hubungan sosial.
“Agama mengajarkan kedamaian, seni menghadirkan keindahan, dan persaudaraan menghadirkan kekuatan,” tegasnya.
Lewerissa juga menekankan pentingnya menjaga persaudaraan sebagai fondasi kehidupan masyarakat Maluku yang majemuk. Nilai Pela Gandong, gotong royong, dan kebersamaan dalam keberagaman, katanya, harus terus dirawat serta diwariskan kepada generasi muda.
Ia menggarisbawahi tiga manfaat strategis Festival Hadroh, yakni mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian seni Islam, menjaga tradisi dan identitas masyarakat Maluku, serta membuka peluang pengembangan wisata religi.
Gubernur berharap Festival Hadroh dapat menjadi agenda budaya dan keagamaan yang berkelanjutan, sekaligus memperkenalkan kekayaan spiritual dan tradisi Negeri Hitu kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan dari luar Maluku.
Pengembangan wisata religi tersebut, lanjutnya, juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor UMKM, kuliner, kerajinan lokal, dan usaha pendukung lainnya.
“Insya Allah, Negeri Hitu akan menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Maluku,” harapnya.
Kepada para peserta, Lewerissa berpesan agar menampilkan kemampuan terbaik dengan menjunjung sportivitas dan mempererat persahabatan.
Menurutnya, nilai utama festival tidak semata-mata terletak pada kemenangan, tetapi juga pada terbangunnya silaturahmi dan persaudaraan.
Ia berharap Festival Hadroh terus berkembang sebagai bagian dari upaya membangun Maluku yang religius, damai, rukun, maju, dan sejahtera.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, anggota DPRD Maluku, Asisten II Setda Provinsi Maluku, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta para raja negeri. (F64)
