
Ambon, Fakta64.com — Kesabaran warga di kawasan Arbes, Kota Ambon, mulai mencapai batas. Keluarga besar Arbes menggelar aksi menuntut pemerintah segera merealisasikan perbaikan jalan beton yang dinilai telah lama rusak dan membahayakan pengguna jalan.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Husen Latuconsina, mengatakan, tuntutan tersebut bukan tanpa alasan.
Menurutnya, pemerintah telah menjanjikan perbaikan jalan sejak 2024, namun hingga memasuki 2026 kondisi jalan tak kunjung dibenahi.
“Pemerintah sudah menjanjikan perbaikan jalan ini sejak 2024, tetapi sampai sekarang, 2026, jalan ini tak kunjung diperbaiki,” tegas Husen.
Ia menyebut kondisi jalan yang rusak telah menimbulkan persoalan serius bagi masyarakat, terutama pengguna kendaraan yang melintas setiap hari. Bahkan, kecelakaan disebut telah berulang kali terjadi di lokasi tersebut.
“Kami meminta perhatian penuh dari pemerintah setempat untuk segera melakukan pembenahan. Ini berakibat fatal bagi pengguna jalan. Warga di sini sudah sering mengalami kecelakaan,” ujarnya.
Husen menegaskan warga tidak ingin persoalan tersebut terus berlarut. Pemerintah diminta segera turun ke lokasi dan mengambil langkah konkret, bukan sekadar memberikan janji perbaikan.
Dalam aksi tersebut, warga bahkan mengancam akan melakukan pemblokiran jalan apabila tidak ada respons serius dari pemerintah.
“Kami tetap bertahan di sini sampai pemerintah datang dan jalan ini benar-benar diperbaiki. Kalau pemerintah tidak datang, kami akan blokir jalan ini,” ujarnya.
Menurut Husen, tuntutan warga sederhana, yakni adanya tindakan nyata untuk memperbaiki akses jalan yang selama ini menjadi jalur penting bagi masyarakat.
Ia menegaskan aksi akan terus dilakukan sampai pemerintah memberikan kepastian dan menunjukkan langkah konkret di lapangan.
“Ini penting karena sudah sering terjadi kecelakaan di sini. Kami minta pemerintah segera membenahi jalan ini,” pungkasnya.
Warga berharap pemerintah tidak menunggu hingga terjadi korban lebih banyak sebelum mengambil tindakan. Bagi masyarakat Arbes, perbaikan jalan bukan lagi sekadar kebutuhan infrastruktur, melainkan persoalan keselamatan warga yang harus segera ditangani. (F64)
