
Ambon, Fakta64.com – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menjadikan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon sebagai seruan bersama untuk memperkuat persaudaraan, membangun budaya bersih, serta mendorong seluruh elemen masyarakat bergerak membangun kota secara berkelanjutan.
Pesan itu disampaikan Bodewin dalam upacara peringatan HUT ke-451 Kota Ambon, Senin (7/9/2026).
Mengusung tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju”, Bodewin menegaskan tema tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan seremonial, tetapi harus diterjemahkan dalam aksi nyata yang dimulai dari lingkungan terkecil.
Menurutnya, perjalanan panjang 451 tahun telah membentuk Ambon sebagai kota dengan sejarah, kekayaan budaya, keberagaman dan semangat persaudaraan yang menjadi kekuatan utama masyarakatnya.
“Peringatan hari ulang tahun Kota Ambon bukan sekadar menghitung bertambahnya usia, tetapi menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan masa lalu, mensyukuri pencapaian hari ini, sekaligus menentukan arah Ambon di masa yang akan datang,” katanya.
Salah satu pesan utama yang ditekankan Bodewin adalah persoalan kebersihan. Ia menegaskan Pemerintah Kota Ambon tidak dapat bekerja sendiri tanpa kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat.
Warga diminta menjaga kebersihan mulai dari rumah, lorong, sekolah, kantor, pasar, terminal, pantai hingga sungai.
“Kita tidak boleh hanya membersihkan kota ketika ada kegiatan, kunjungan tamu kehormatan, perlombaan atau perayaan. Menjaga kebersihan Ambon merupakan tanggung jawab bersama setiap orang yang tinggal dan berdiam di kota ini,” tegasnya.
Bodewin menekankan, kebersihan harus menjadi budaya dan karakter masyarakat Ambon. Sebab, lingkungan yang bersih tidak hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga berhubungan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
Sebagai ibu kota Provinsi Maluku, Ambon, menurutnya, harus mampu menjadi contoh dalam membangun lingkungan yang bersih dan sehat.
“Perubahan dapat dimulai dari Kota Ambon, dari Ambon yang bersih, kemudian membangun Maluku yang sehat. Dari masyarakat yang sehat ikut membangun Maluku yang produktif,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Bodewin juga menyoroti pentingnya menjaga sejarah dan identitas kota, termasuk keberadaan Benteng Victoria.
Ia menilai Benteng Victoria tidak boleh sekadar menjadi peninggalan masa lalu, tetapi harus dikembangkan menjadi ruang kebudayaan dan simbol identitas masyarakat Ambon.
“Dahulu Benteng Victoria dibangun sebagai tempat pertahanan. Namun hari ini Benteng Victoria harus menjadi benteng kebudayaan, benteng sejarah, benteng persaudaraan dan benteng identitas orang Ambon,” jelasnya.
Selain pembangunan fisik, Bodewin mengingatkan bahwa kekuatan utama Ambon berada pada masyarakatnya yang hidup dalam keberagaman suku, agama dan budaya.
Nilai hidup orang basudara, pela gandong, sagu salempeng patah dua, bakubantu, baku kele dan baku jaga, kata dia, harus terus dirawat sebagai modal sosial dalam menjaga kedamaian dan mempercepat pembangunan.
“Pembangunan tidak hanya membutuhkan infrastruktur, gedung dan teknologi modern, tetapi juga membutuhkan kepercayaan, persaudaraan, toleransi, kedamaian dan kebersamaan,” tegasnya.
Pada momentum HUT ke-451, Bodewin turut menitipkan harapan kepada generasi muda Ambon agar mampu menjawab tantangan zaman melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kreativitas serta pengembangan ekonomi kreatif.
Sektor musik, seni, budaya, pariwisata dan UMKM, menurutnya, harus menjadi ruang produktif bagi generasi muda untuk membawa Ambon bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Bodewin mengakui tantangan Kota Ambon ke depan tidak ringan. Persoalan kebersihan, lingkungan hidup, pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, kemacetan, ekonomi, lapangan kerja, digitalisasi hingga penataan ruang membutuhkan kerja bersama.
Karena itu, dirinya mengajak DPRD, TNI-Polri, instansi vertikal, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, tokoh agama, tokoh adat, media, generasi muda dan seluruh masyarakat untuk bergerak dalam satu arah.
“Kita mungkin memiliki tugas yang berbeda, tetapi mempunyai tujuan yang sama, yaitu membuat Ambon menjadi lebih baik dari hari kemarin,” tegas Bodewin.
Di usia ke-451 tahun, Pemerintah Kota Ambon berharap semangat “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju” menjadi energi baru untuk memperkuat kolaborasi dan kesadaran masyarakat.
Sebab bagi Bodewin, masa depan Ambon tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi oleh seluruh warga yang menjadikan kota ini sebagai rumah bersama.
“Dirgahayu ke-451 Kota Ambon tercinta. Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju,” pungkasnya. (F64)
