
Ambon, Fakta64.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperkuat upaya peningkatan literasi keuangan di kalangan masyarakat dengan menyasar para guru sebagai agen edukasi. Melalui program Training of Trainers (ToT) dan pengenalan Modul Ajar Literasi Keuangan, sebanyak 45 guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tingkat SMP dan MTs se-Kota Ambon dibekali pengetahuan agar mampu menanamkan budaya cerdas finansial kepada para pelajar.
Kegiatan yang digelar pada 30 Juni 2026 ini merupakan hasil sinergi antara OJK Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, dan Kementerian Agama Kota Ambon. Program tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Bulan Literasi Keuangan 2026 sekaligus tindak lanjut Surat Edaran Wali Kota Ambon tentang implementasi program Satu Rekening Satu Pelajar (BETA KEJAR).
Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan perilaku keuangan generasi muda sejak dini.
“Bapak/Ibu Guru kami harapkan dapat menjadi bagian penggerak Duta Literasi Keuangan yang akan membangun generasi muda cerdas keuangan melalui penyampaian edukasi keuangan yang terstruktur, pemberian informasi terkini tentang jasa keuangan, dan pembentukan karakter para murid, sehingga mendukung terwujudnya masyarakat Maluku yang lebih baik,” ujar Haramain dalam rilis yang diterima Fakta64.com, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, peningkatan literasi keuangan tidak hanya penting untuk mengajarkan cara mengelola keuangan, tetapi juga menjadi benteng bagi masyarakat dalam menghadapi maraknya aktivitas keuangan ilegal dan berbagai modus penipuan yang terus berkembang. Karena itu, Haramain mengajak seluruh peserta ToT menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Saya mengajak Bapak dan Ibu Guru peserta ToT menjadi agen perubahan yang menginspirasi masyarakat untuk cerdas dalam mengelola keuangan dan berani mengatakan tidak terhadap berbagai jenis aktivitas keuangan ilegal serta membantu memperkuat pemahaman masyarakat agar terhindar dari berbagai bentuk kejahatan di sektor jasa keuangan, termasuk penipuan transaksi keuangan,” tegasnya.
Melalui pelatihan tersebut, para guru dibekali pemahaman mengenai konsep literasi keuangan sekaligus cara mengimplementasikan Modul Ajar Literasi Keuangan dalam proses pembelajaran IPS di sekolah.
Modul tersebut sebelumnya telah diluncurkan oleh Wali Kota Ambon pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026, sebagai langkah nyata memperkuat pendidikan keuangan sejak jenjang pendidikan menengah pertama.
Kegiatan ToT turut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Dinas Pendidikan Kota Ambon, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS Kota Ambon, serta praktisi dari berbagai Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), seperti Bank Maluku dan Maluku Utara, Bank Syariah Indonesia, Bursa Efek Indonesia Perwakilan Maluku, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Maluku, Pegadaian Cabang Ambon, dan Adira Finance Cabang Ambon.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, OJK berharap budaya literasi keuangan dapat semakin mengakar di lingkungan sekolah, sehingga melahirkan generasi muda yang mampu mengelola keuangan secara bijak, kritis terhadap tawaran investasi ilegal, serta siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. (F64)
