
Ambon, Fakta64.com — Ikatan Sedulur Trenggalek (IST) Korwil Ambon meneguhkan kembali semangat persaudaraan dan kebersamaan warga asal Trenggalek di Kota Ambon melalui peringatan Milad ke-6 IST Korwil Ambon.
Mengusung tema “Menguatkan Tali Silaturahmi Antarperantau di Bumi Raja-Raja”, momentum tersebut menjadi ajang mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus memperkuat soliditas warga Trenggalek yang menetap dan beraktivitas di tanah perantauan.
Peringatan diawali dengan doa bersama dan ungkapan syukur kepada Allah SWT atas kesehatan serta kesempatan seluruh keluarga besar IST untuk kembali berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan.
Milad keenam ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan paguyuban. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menjaga tali silaturahmi antarwarga perantauan sekaligus memperkokoh persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kota Ambon.
Sejumlah tokoh agama, pimpinan paguyuban, majelis taklim, hingga unsur aparat dan pemerintahan setempat turut menghadiri kegiatan tersebut.
Tokoh agama Tuan Guru Ustadz Abdurrahman Tuan Naya hadir bersama para ketua paguyuban se-Kota Ambon. Kehadiran jamaah Yasin Trenggalek dan Lamongan, Majelis Taklim Al-Muhajirin, serta unsur RT dan RW di wilayah Tihu semakin memperkuat nuansa kebersamaan dalam peringatan tersebut.
Dukungan juga datang dari unsur keamanan. Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kapolsek turut hadir sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi serta menjaga keharmonisan sosial di lingkungan masyarakat.
Ketua Panitia Milad ke-6 IST Korwil Ambon, Qurnia Rohman, saat membacakan sambutan Ketua IST menyampaikan apresiasi kepada seluruh undangan dan keluarga besar paguyuban yang telah hadir dalam momentum tersebut.
Menurutnya, perjalanan enam tahun IST menjadi modal penting untuk terus menjaga eksistensi paguyuban sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan warga Trenggalek di Ambon.
Ia, juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan masih terdapat keterbatasan, baik dalam penyambutan maupun fasilitas yang tersedia.
“Terima kasih kepada seluruh hadirin yang telah hadir dan menjadi saksi dalam peringatan Milad ke-6 IST. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama kegiatan berlangsung,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Peringatan Milad kemudian ditutup dengan doa dan harapan agar kebersamaan yang telah terjalin selama ini terus mendapat keberkahan serta menjadi kekuatan bagi warga Trenggalek untuk saling membantu dan menjaga persaudaraan di tanah rantau.
Enam tahun perjalanan IST Korwil Ambon menjadi pengingat bahwa jarak dari kampung halaman tidak boleh memutus tali persaudaraan. Sebaliknya, paguyuban diharapkan terus menjadi rumah bersama bagi warga Trenggalek sekaligus ikut menjaga keharmonisan kehidupan sosial di Kota Ambon. (F64)
