
Ambon, Fakta64.com – pertamina patra niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan berbasis lingkungan melalui program CSR PAUD dan Daycare Sadar Lingkungan.
Komitmen tersebut diwujudkan lewat kegiatan sharing session dalam Program Bincang Asik (BIAS) bertema “Mendidik Generasi Cinta Lingkungan” yang mengangkat pentingnya menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang kreatif dan inklusif.
Community Development Officer Pertamina Patra Niaga AFT Pattimura, Mirtha Aulia, mengatakan, program PAUD dan Daycare Sadar Lingkungan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat serta membangun kesadaran terhadap lingkungan di wilayah Ring 1 operasional perusahaan.
“Melalui program CSR PAUD dan Daycare Sadar Lingkungan ini, Pertamina AFT Pattimura berupaya mewujudkan peningkatan kualitas hidup melalui akses pendidikan yang lebih inklusif bagi masyarakat di wilayah Ring 1 operasional. Kami berharap program ini mampu menjadi program yang berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat,” katanya dalam rilis yang diterima media ini, Selasa, (18/5/2025).
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai inovasi pembelajaran lingkungan, mulai dari kegiatan ecobricking, pemilahan sampah, menanam tanaman, hingga pembiasaan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Guru PAUD dan Daycare Sadar Lingkungan, Santi Sainyakit, menjelaskan, keterlibatan orang tua menjadi salah satu aspek penting dalam keberhasilan pendidikan lingkungan di sekolah tersebut.
“Di sekolah kami, orang tua juga dilibatkan dalam proses pembelajaran melalui berbagai kegiatan daur ulang sampah yang melibatkan guru, orang tua dan anak. Salah satunya melalui pembelajaran mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Harapannya, kesadaran lingkungan tidak hanya tumbuh pada anak-anak tetapi juga pada para orang tua,” ungkapnya.
Salah satu langkah nyata yang diterapkan PAUD dan Daycare Sadar Lingkungan adalah mekanisme pembayaran SPP menggunakan sampah. Program tersebut dinilai menjadi solusi atas keterbatasan ekonomi para orang tua murid.
“Orang tua yang menyekolahkan anaknya di sekolah kami tidak perlu membayar biaya SPP, hanya perlu menyetorkan sebanyak 10 kilogram sampah plastik atau 20 kilogram sampah kertas. Hal ini kami lakukan agar tidak membebani orang tua secara ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menegaskan, program pendidikan berbasis lingkungan menjadi bentuk nyata kehadiran perusahaan dalam mendukung masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Pertamina Patra Niaga terus berupaya menghadirkan program-program pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung dan berkelanjutan. Kami ingin mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas dan lembaga pendidikan lainnya,” tuturnya.
Melalui kolaborasi bersama PAUD dan Daycare Sadar Lingkungan, Pertamina Patra Niaga berharap dapat terus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya generasi penerus bangsa yang lebih peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan. (F64)
