
Buatkan narasi berita versi media online
AMBON, Fakta64.com – Percobaan bunuh diri kembalibali terjadi. Seorang mahasiswa Universuta Pattimura ( Unpatti), diduga ingin mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari atas Jembatan Merah Putih (JMP), Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, pada Sabtu (2/5/2026), sekitar pukul 23,30 Wit malam.
Korban diketahui bernama Satria Berliansyah Syafridhani Mahasiswa Teknik Unpatti. Peristiwa tak terpuji itu dipicu akibat sempat cekcok bersama orang tuannya dan permasahalan rekan kuliahnya.
Atas kejadian naas itu, korban dinyatakan selamat, namun, ia mengalami Rasa sakit pada seluruh bagian Tubuh, dan sementara mendapatkan penanganan medis di RSUP DR J LEIMENA, Ambon.
Pihak kepolisian yang menerima informas itu pada pukul 23.50 WIT, Kapolsek Teluk Ambon IPTU RESTU H PURBA, bersama Personil piket dan personil Respon Time langsung turun ke JMP Poka dan kemudian melihat kondisi Korban pada Rumah Sakit.
Menurut keterangan saksi Nalayan, Moses Bremer (38), menerangkan bawa awalnya sekitar pukul 23.30 WIT, ia bersama teman-teman sementara duduk di pinggiran pantai bawah JMP Poka, saat itu terdengar ribut dari atas JMP, sambil terdengar teriakan orang melompat dari Jembatan.
Mendengar itu Saksi langsung mendayung menuju TKP menggunakan perahunya, saat tiba terlihat unit loung boad Martaalfons yang di tumpangi 4 orang pemuda Desa Poka, telah megevakuasi korban dalam kondisi lemas dan masih bernafas.
Sekitar pukul 24.00 WIT saksi bersama teman-teman membawa korban menggunakan 1 unit mobil Pick Up menuju Rumah sakit DR. J Leimena untuk mendapatkan penanganan medis.
“Saat itu juga saksi bersama 4 orang pemuda tersebut mengangkat /mengamankan korban ke atas long boad, saat korban sudah berada di atas loung boad korban sempat meminta rokok dan juga menyampaikan bahwa “Beta lompat salah Tampa”, selanjutnya saksi bersama 4 orang pemuda tersebut membawa korban ke tepian pantai tepatnya depan Rumah makan lalosi,” kata Saksi kepada pihak Kepolisian.
Sementara itu, menurut keterangan Ibu Korban, Armanengsu (55) menjelaskan, pada Kamis 30 April, korban berada di rumah dan saat itu sempat terjadi cekcok mulut antara keduanya terkait masalah perkuliahan.
Usai bertengkar, saat itu korban keluar rumah dan tak kembali selama beberapa hari. Kemudian Ibunya bersama keluarga mendapa infor bahwa anak sednag menjalani perawatan medis di RSUP Leimena.
“Ibu korban bersama keluarga berupaya menghubungi korban namun tidak di respon bahkan mematikan panggilan telepon. Tapp Pada hari ini ibu korban mendapatkan informasi dari adik laki-lakinya bahwa korban melompat dari atas JMP, selanjutnya ibu korban mendatangi RSUP DR. J Leimena,” ungkapnya.
Senada dengan keterangan Ibunya, korban Satria Berliansyah Syafridhanu kepada pihak Kepolisian bahwa, saat itu korban sempat bertengkar dirumah. Namun, saat terjadi cekcok, Orang tua korban sempat melontarkan kalim bahwa “Kehilangan satu anak seng mungkin Rugi”.
Mendengar perkataan tersebut, korban merasa kecewa, hingga setres dan langsung keluar meninggalkan Rumah, menuju rumah temanya di Desa Wayame untuk menginap.
Selama menginap di rumah temannya, korban menulis pesan keresahan hatinya terkait permasalahan dengan ibunya dan juga teman kulianya.
“Sekitar pukul 22.00 WIT Korban menggunakan sepeda motor menuju Indomaret Perempatan JMP Poka dan memarkirkan kendaraannya, selanjutnya berjalan kaki menuju pertengahan JMP Poka, saat tiba di pertengahan JMP Poka korban memasukan Postingan pada Media Instagram dengan nama akun @berlinzzzz tentang pesan-pesan keresahan hati korban, selanjutnya korban menaiki pagar pembatas JMP dan melompat dengan tujuan ingin mengakhiri hidupnya,” tutur Korban kepada pihak Kepolisian. (F64)
