
Ambon, Fakta64.com – Bank Indonesia (BI) Maluku bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menegaskan komitmen menjaga kedaulatan Rupiah hingga ke wilayah terdepan, terluar dan terpencil (3T).
Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026, BI Maluku mengerahkan layanan pengedaran uang Rupiah ke lima pulau di wilayah Maluku, yakni Wetar, Kisar, Moa, Damer dan Banda, dengan menggunakan KRI Posepa-870.
Ekspedisi tersebut berlangsung selama tujuh hari, mulai 28 Agustus hingga 3 September 2026.
Pelepasan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat dilakukan di Ambon, Kamis (28/8/2026), menandai dimulainya perjalanan para Pejuang Rupiah untuk memastikan masyarakat di pulau-pulau terluar tetap memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang layak edar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Surya Alamsyah, mengatakan, Ekspedisi Rupiah Berdaulat bukan sekadar kegiatan penukaran uang. Lebih dari itu, ERB merupakan bagian dari upaya negara memastikan Rupiah tetap hadir dan berdaulat di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan salah satu upaya Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut untuk memperluas jangkauan layanan pengedaran uang Rupiah hingga ke wilayah terdepan, terluar dan terpencil,” katanya dalam rilis yang diterima media ini, Jumat, (28/8/2028).
Menurutnya, kehadiran Rupiah di pulau-pulau yang sulit dijangkau memiliki makna strategis. Rupiah bukan hanya alat pembayaran yang sah, tetapi juga simbol nyata kehadiran dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tantangan Geografis Maluku
Dijelaskan, sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam memastikan distribusi uang Rupiah menjangkau seluruh masyarakat. Kondisi tersebut semakin terasa di Provinsi Maluku yang memiliki ribuan pulau dan wilayah-wilayah yang membutuhkan akses transportasi khusus.
“Keterbatasan infrastruktur serta jarak antarwilayah menjadi tantangan tersendiri dalam pengedaran uang. Karena itu, sinergi Bank Indonesia dengan TNI AL menjadi bagian penting untuk memperluas jangkauan layanan hingga ke pulau-pulau 3T. Kerja sama strategis BI dan TNI AL sendiri telah berlangsung sejak 2012. Hingga tahun 2025, program ERB telah menjangkau 766 pulau melalui 150 kegiatan di berbagai wilayah Indonesia,” ujarnya.
Dia menambahkan, pada tahun 2026, Bank Indonesia menargetkan pelaksanaan 23 kegiatan ERB dengan jangkauan 115 pulau di seluruh Indonesia.
Khusus di Maluku, ekspedisi yang dilepas pada Kamis ini merupakan pelaksanaan kedua sepanjang tahun 2026.
Bukan Sekadar Tukar Uang
Dia menambahkan, dalam pelaksanaannya, Ekspedisi Rupiah Berdaulat tidak hanya menyediakan layanan penukaran uang bagi masyarakat. BI Maluku juga membawa berbagai program edukasi dan pelayanan lainnya ke wilayah kepulauan.
“Kegiatan tersebut meliputi edukasi Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi bela negara hingga sharing leadership. Pelaksanaan ERB kali ini melibatkan Pejuang Rupiah dari delapan Kantor Perwakilan Bank Indonesia, serta mendapat dukungan tenaga medis dari Kodaeral IX Ambon,” ungkapnya.
Dia menambahkan, melalui program ini, masyarakat di lima pulau sasaran diharapkan dapat memperoleh uang Rupiah dalam kondisi layak edar dan sesuai dengan kebutuhan pecahan.
Di sisi lain, Bank Indonesia juga menjalankan clean money policy, melalui penarikan uang yang sudah tidak layak edar dari masyarakat untuk kemudian digantikan dengan uang Rupiah yang berkualitas.
Sinergi Menjaga Kedaulatan
Pelepasan Tim ERB 2026 di Ambon turut dihadiri Komandan Kodaeral IX Ambon, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Wakil Komandan Kodaeral IX Ambon, serta Kepala Divisi Command Center Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia.
Kolaborasi BI dan TNI AL ini kembali menunjukkan bahwa menjaga Rupiah bukan hanya soal memastikan ketersediaan uang tunai.
Diketahui, di wilayah kepulauan seperti Maluku, memastikan Rupiah hadir hingga ke pulau-pulau terluar juga menjadi bagian dari menjaga kehadiran negara.
Dari Ambon, KRI Posepa-870 kini membawa misi menuju Wetar, Kisar, Moa, Damer dan Banda.
Misi tersebut membawa pesan yang sama: Rupiah harus hadir di seluruh pelosok negeri, karena di setiap wilayah NKRI, kedaulatan negara harus tetap terasa.
Bank Indonesia pun mengapresiasi dukungan seluruh pihak dan stakeholders yang terlibat dalam pelaksanaan ERB 2026, sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga Rupiah tetap berdaulat dari kota hingga pulau-pulau terdepan Indonesia. (F64)
