
Namlea, Fakta64.com — Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Buru menunjukkan komitmen serius dalam menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan dengan melaksanakan sosialisasi dan penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Bendungan Waeapo dan sekitarnya, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah Waramsihat, Dusun Ukalahin, Desa Persiapan Modan Mohe, Kecamatan Lolongguba, dan dipimpin langsung oleh Kapolres Buru, AKBP Sulastri Sukidjang.
Dalam operasi ini, sebanyak 116 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan, terdiri dari personel Polres Buru, Brimobda Maluku, Kodim 1506 Namlea, serta Subden Pom Namlea.
Apel Kesiapan dan Arahan Tugas
Sebelum menuju lokasi, seluruh personel mengikuti apel kesiapan di lapangan apel Polres Buru yang dipimpin Kapolres.
Dalam arahannya, AKBP Sulastri menekankan pentingnya kesiapan personel, mulai dari kondisi fisik, kendaraan operasional, hingga kelengkapan logistik.
Kapolres, juga mengingatkan seluruh anggota agar mengedepankan profesionalisme serta menjaga keselamatan selama pelaksanaan tugas.
“Pastikan seluruh personel, kendaraan, logistik, dan kelengkapan alat dalam kondisi siap. Jaga keselamatan dan kesehatan selama kegiatan, serta laksanakan tugas secara profesional,” ucapnya kepada awak media, beberapa waktu lalu.
Usai apel, rombongan bergerak menuju lokasi dan melakukan konsolidasi di area Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Bendungan Waeapo.
Kapolres kembali menegaskan agar seluruh personel tidak menyimpang dari tugas yang diemban.
“Kegiatan kepolisian ini merupakan langkah awal yang bersifat preemtif. Jangan sampai ada yang mengkhianati tugas ini demi kepentingan pribadi,” ujarnya.
Himbauan Tegas kepada Penambang
Setibanya di lokasi PETI Waramsihat, Kapolres secara langsung menyampaikan imbauan kepada para penambang yang tengah beraktivitas. Ia menegaskan bahwa area tersebut merupakan bagian dari kawasan sungai yang memiliki peran vital dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Waeapo, yang menghubungkan Kabupaten Buru dan Buru Selatan.
Kapolres meminta para penambang untuk segera menghentikan aktivitas dan meninggalkan lokasi secara tertib.
“Kami hadir bukan untuk menakuti, tetapi untuk menertibkan demi keselamatan bersama. Lokasi ini harus segera dikosongkan. Kami berikan waktu untuk mengemasi barang-barang dan peralatan, lalu meninggalkan area ini dengan aman dan tertib,” tegasnya.
Selain itu, penggunaan alat seperti jet, tembak larut, dan dompeng juga diminta untuk segera dihentikan. Pendekatan yang dilakukan aparat mengedepankan cara humanis, namun tetap tegas dan berwibawa.
Penertiban ini diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi kawasan Bendungan Waeapo sebagai infrastruktur vital bagi masyarakat di wilayah tersebut. (F64)
