
Jakarta, Fakta64.com – PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2026 bukan sekadar panggung kompetisi bagi insan pers. Lebih dari itu, AJP diposisikan sebagai ruang kolaborasi strategis antara Pertamina dan media untuk menghadirkan informasi yang akurat, kredibel, serta berdampak bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, saat membuka Kick Off dan Coaching Clinic Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2026 di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Dalam sambutannya, ia, menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis yang selama ini bekerja di berbagai wilayah, termasuk daerah-daerah terpencil yang jarang tersorot publik.
Menurutnya, jurnalis memiliki peran penting sebagai saksi lapangan yang merekam peristiwa, mengolah fakta, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat secara bertanggung jawab.
“Teman-teman media menyaksikan langsung berbagai peristiwa, menuliskannya, menyampaikan kabar kepada masyarakat, sekaligus menjaga ruang informasi yang sehat. Bagi Pertamina, kemitraan ini sangat berharga karena menghadirkan informasi yang akurat dan membangun pemahaman publik,” katanya.
Dirinya mengatakan, perjalanan AJP yang telah berlangsung sejak 2003 menjadi bukti komitmen Pertamina dalam membangun hubungan berkelanjutan dengan media. Selama lebih dari dua dekade, ajang tersebut terus berkembang dan disempurnakan agar tidak hanya menjadi ruang penghargaan, tetapi juga sarana memperkuat kualitas jurnalisme.
Ia menegaskan, AJP harus dilihat sebagai ruang engagement, kolaborasi, dan kerja bersama antara Pertamina dan insan media. Melalui ajang ini, Pertamina berharap lahir karya-karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu memberi edukasi, inspirasi, dan manfaat nyata bagi publik.
“Yang kami harapkan bukan hanya sebuah award, tetapi kolaborasi yang menghasilkan cerita-cerita berkualitas dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung hasil survei citra merek Pertamina yang dilakukan Universitas Indonesia.
Ia mengakui, derasnya isu negatif sepanjang 2025 sempat memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap perusahaan.
Namun, Baron menyebut survei tersebut juga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan Pertamina. Kedekatan itu, menurutnya, menjadi modal penting sekaligus pengingat bagi perusahaan untuk terus berbenah.
“Masyarakat ternyata sangat mengenal bahkan mencintai Pertamina. Karena rasa memiliki itu, ketika muncul berita negatif atau ada hal yang dianggap keliru, mereka justru menunjukkan kekecewaan yang lebih besar. Itu menjadi refleksi bagi kami untuk terus berbenah,” ungkapnya.
Dirinya menilai, kepercayaan publik tidak cukup dibangun melalui komunikasi korporasi semata. Pertamina, kata dia, harus terus membuktikan bahwa kehadiran perusahaan tidak hanya berorientasi pada kepentingan bisnis, tetapi juga pada kepentingan bangsa dan masyarakat.
Ia menambahkan, berbagai capaian dan hasil yang diperoleh Pertamina pada akhirnya dikembalikan kepada masyarakat melalui layanan energi, kontribusi terhadap pembangunan nasional, serta berbagai program yang menyentuh kebutuhan publik.
Melalui AJP 2026, ia berharap, insan pers dapat mengangkat lebih banyak kisah inspiratif dari balik kerja Pertamina di berbagai pelosok Indonesia. Termasuk cerita tentang dedikasi para pekerja yang menjaga layanan energi tetap berjalan di tengah berbagai tantangan geografis maupun operasional.
“Kita ingin menceritakan berbagai hal yang belum pernah dilihat dan dirasakan masyarakat. Cerita tentang pengabdian para perwira Pertamina, tentang kerja keras mereka di seluruh pelosok negeri. Itulah sejarah yang layak didokumentasikan melalui karya jurnalistik,” tandasnya.
Dirinya optimistis, kolaborasi antara Pertamina dan media melalui AJP 2026 akan melahirkan karya jurnalistik berkualitas. Bukan hanya karya yang mengejar penghargaan, tetapi juga karya yang mampu menjadi catatan sejarah, memperkuat literasi publik, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap peran Pertamina bagi Indonesia. (F64)
