
Ambon, Fakta64.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku menggelar sosialisasi sistem pembayaran digital, perlindungan konsumen, serta perkembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam kegiatan temu wartawan di salah satu hotel di Kota Ambon, Senin (13/4/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perwakilan BI Maluku, Dhita Aditya Nugraha, bersama dua narasumber, yakni Roynald Obed Hehanussa yang memaparkan materi terkait QRIS dan perlindungan konsumen, dan Athufail Araafi Soeripto yang memaparkan materi perkembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Dalam sambutannya, Dhita, menyampaikan, apresiasi kepada insan media yang dinilai berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.
“Media memiliki peran strategis dalam mendukung tugas Bank Indonesia, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi serta menyampaikan berbagai kebijakan kepada publik,” tegasnya di salah satu hotel di Kota Ambon, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, media memiliki peran yang sangat krusial dalam membantu Bank Indonesia menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat, baik terkait inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun kegiatan-kegiatan strategis lainnya.
Dhita juga mengungkapkan kedekatannya dengan dunia jurnalistik, mengingat dirinya pernah berkarier di bidang media sebelum bergabung dengan Bank Indonesia. Pengalaman tersebut, menurutnya, membuat ia memahami pentingnya penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menambahkan, di tengah derasnya arus informasi saat ini, kolaborasi antara BI dan media menjadi semakin penting guna memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan edukatif.
Selain itu, Dhita turut menyinggung sejumlah agenda ekonomi daerah dalam waktu dekat, seperti Salam Fest dan Baileo Fest yang merupakan bagian dari rangkaian G-Fest pada 16–18 April 2026 mendatang.
“Kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM serta meningkatkan aktivitas ekonomi di Maluku,” jelasnya.
Melalui kegiatan temu wartawan ini, BI Maluku berharap para jurnalis dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terkait sistem pembayaran digital, termasuk penggunaan QRIS, serta perkembangan ekonomi syariah. Dengan demikian, informasi yang disampaikan kepada masyarakat diharapkan menjadi lebih luas dan edukatif.
“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi yang transparan dengan rekan-rekan media, sekaligus menerima berbagai masukan demi mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam memperkuat literasi masyarakat terhadap sistem keuangan digital serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan. (F64)
