
Jakarta, Fakta64.com – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman dan terkendali. Saat ini, stok BBM nasional berada pada kisaran sekitar 21 hari, yang merupakan stok operasional normal dalam sistem logistik energi nasional.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menjelaskan, bahwa stok operasional tersebut merupakan pasokan BBM yang disimpan sesuai kapasitas penimbunan nasional dan siap disalurkan kepada masyarakat. Jumlah stok tersebut bersifat dinamis karena terus diperbarui mengikuti kebutuhan konsumsi energi masyarakat.
“Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional. Stok ini terus dilakukan top-up atau penambahan produk melalui produksi kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya,” ujarnya dalam rilis yang diterima media ini, Sabtu (7/3/2026).
Ia menambahkan, sistem rantai pasok energi yang dimiliki perusahaan terintegrasi mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk BBM, proses pengolahan di kilang, transportasi, hingga distribusi ke berbagai wilayah di Indonesia. Sistem ini memastikan ketersediaan energi tetap terjaga dan dapat diakses masyarakat secara merata.
Terkait dinamika geopolitik global, termasuk konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, PT Pertamina Patra Niaga juga telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna menjaga ketahanan pasokan energi nasional.
Langkah tersebut antara lain diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan ketahanan logistik dan distribusi, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan.
“Kami terus memantau perkembangan situasi global dan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar rantai pasok energi nasional tetap berjalan baik,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. Menurutnya, pembelian yang tidak wajar justru berpotensi mengganggu distribusi yang seharusnya berjalan normal.
“Kami mengajak masyarakat menggunakan energi secara bijak dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap stabil dan merata,” jelasnya.
Lebih lanjut, PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen memastikan kebutuhan energi masyarakat, dunia usaha, serta perekonomian nasional tetap terpenuhi dengan baik.
Sementara itu, Area Manager Communication Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menyampaikan komitmen serupa di tingkat regional untuk menjaga stok pasokan operasional selama Ramadan hingga Idulfitri.
Menurutnya, sistem logistik energi secara nasional telah dirancang untuk memastikan keandalan suplai hingga ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk di kawasan Papua dan Maluku.
“Di tingkat regional, kami memastikan perencanaan suplai BBM ke wilayah kepulauan, pegunungan, dan wilayah 3T di Papua Maluku berjalan baik agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tuturnya.
Saat ini, seluruh Fuel Terminal di wilayah Papua dan Maluku berada dalam kondisi optimal untuk menyalurkan BBM ke lembaga penyalur yang melayani kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. (F64)
