

Ambon, Fakta64.com — Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 Tahun 2026 di Provinsi Maluku menjadi momentum untuk kembali menegaskan peran strategis generasi muda dalam menentukan arah masa depan bangsa. Namun, tantangan yang dihadapi pemuda saat ini tidak cukup dijawab dengan semangat nasionalisme semata, melainkan harus dibuktikan melalui kerja nyata, prestasi, dan kepedulian sosial.
Pesan tersebut mengemuka dalam upacara peringatan HSP ke-98 yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (28/10/2026).
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bertindak membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir.
Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan tahun ini menekankan pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya mencintai tanah air, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan dan memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial di sekitarnya.
Dalam sambutan yang dibacakan Gubernur, Menpora menegaskan bahwa kemajuan Indonesia tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, ataupun kekayaan material. Lebih dari itu, kualitas sumber daya manusia, kekuatan karakter, dan kepedulian terhadap sesama menjadi fondasi penting bagi masa depan bangsa.
“Kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati,” demikian pesan Menpora.
Tiga nilai tersebut menjadi penekanan utama dalam membangun karakter pemuda Indonesia. Patriotisme harus diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata bagi bangsa. Kegigihan menuntut keberanian untuk terus berjuang di tengah kesulitan dan kegagalan. Sementara empati menjadi landasan agar perjuangan dan kemajuan tidak mengabaikan kepentingan serta martabat sesama manusia.
Menpora juga mengingatkan bahwa nasionalisme dan semangat juang harus berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian petikan sambutan tersebut.
Pesan ini menempatkan pemuda bukan sekadar sebagai penerus generasi terdahulu, melainkan sebagai kelompok yang memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan perubahan.
Keberanian bermimpi, kerja keras, pengembangan kemampuan, dan kontribusi bagi masyarakat harus menjadi bagian dari kehidupan generasi muda.
Menpora pun mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani; bukan sekadar mampu berdiri tegak membela bangsa, melainkan juga mau mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan.
“Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani. Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya,” pesannya.
Penghargaan untuk Pemuda Berprestasi di Maluku
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyerahkan penghargaan kepemudaan kepada perwakilan siswa dan mahasiswa berprestasi.
Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap capaian generasi muda sekaligus dorongan agar semakin banyak pemuda Maluku mengembangkan potensi, meningkatkan prestasi, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Di tengah tuntutan zaman yang semakin kompleks, penghargaan terhadap pemuda berprestasi juga menjadi pengingat bahwa pengembangan generasi muda membutuhkan ruang, dukungan, dan kesempatan agar potensi mereka dapat berkembang secara optimal.
Peringatan HSP ke-98 tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, para Asisten Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku.
Menutup sambutannya, Menpora mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun generasi muda yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan.
Masa depan Indonesia, menurut Menpora, bukan sekadar sesuatu yang menunggu untuk dihadapi, melainkan tanggung jawab yang harus dibangun bersama sejak sekarang. Bagi Maluku, semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi tumbuh menjadi gerakan nyata yang membuka ruang bagi kreativitas, prestasi, kepemimpinan, dan kepedulian sosial generasi muda. (Diskominfo Maluku)
