
Ambon, Fakta64.com — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meninjau langsung progres perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di kawasan Mangga Dua, Kota Ambon.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan intervensi pemerintah menyentuh warga yang membutuhkan hunian layak.
Didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Maluku, Hendrik melihat kondisi permukiman warga yang masih membutuhkan pembenahan. Ia mengakui, persoalan rumah tidak layak huni masih menjadi tantangan besar di Maluku.
“Ada beberapa rumah di kawasan ini yang memang tidak layak untuk dihuni, dan saya percaya rumah tidak layak huni ada banyak sekali di Maluku,” ujar Hendrik, dikutip dari akun TikTok DPKP Promal.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku mengandalkan kolaborasi dengan pemerintah pusat sekaligus menjalankan program perbaikan rumah melalui anggaran daerah.
Pada 2025, Maluku menerima alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 81 unit dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Sementara itu, Pemprov Maluku merealisasikan program Mangurebe Maju, Bikin Bae Rumah sebanyak 204 unit pada tahun yang sama. Hendrik menyatakan seluruh unit dalam program tersebut telah selesai dikerjakan.
“Pemerintah provinsi sendiri tahun 2025 melaksanakan program Mangurebe Maju, Bikin Bae Rumah sebanyak 204 unit dan semuanya sudah selesai,” ujarnya.
Program perbaikan rumah itu dilaksanakan di 11 kabupaten/kota di Maluku dengan tujuan meningkatkan kualitas hunian dan taraf hidup masyarakat.
Meski demikian, pengakuan Gubernur bahwa RTLH masih banyak di Maluku menunjukkan tantangan yang perlu terus ditangani. Pemerintah dituntut memastikan bantuan tepat sasaran, menjangkau warga yang paling membutuhkan, serta memperluas penanganan agar semakin banyak keluarga dapat tinggal di rumah yang layak dan aman. (F64)
