
Ambon, Fakta64.com – Dua guru asal Maluku mencatat prestasi nasional setelah berhasil menembus enam peserta terbaik program Terpujilah GURU 2026, program pengembangan kompetensi guru berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang digelar Telkomsel.
Keduanya adalah Merlin Hitalessy dari SMKN 1 Ambon dan Tressya Litaay dari SMAN 38 Maluku Tengah. Mereka menjadi dua dari enam guru terbaik nasional yang terpilih setelah melewati rangkaian seleksi, pembelajaran, pendampingan, hingga presentasi karya di Jakarta.
Puncak penghargaan program tersebut digelar di Jakarta, Rabu (23/9/2026), setelah rangkaian Terpujilah GURU berlangsung sejak Mei 2026.
Program ini menjadi ruang bagi para guru untuk memperkuat kemampuan memanfaatkan teknologi, khususnya AI, dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Telkomsel mencatat, program Terpujilah GURU 2026 menjangkau lebih dari 3.800 guru SMA, SMK, dan MA melalui roadshow di sejumlah daerah, termasuk Ambon, serta pembelajaran daring.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.500 peserta mengikuti proses seleksi dan pengembangan kompetensi secara bertahap.
Sebanyak 400 guru kemudian mengikuti akademi daring, 80 guru mendapatkan pendampingan, hingga akhirnya 12 finalis terbaik mengikuti pelatihan intensif secara luring di Jakarta.
Dari 12 finalis tersebut, enam peserta dengan capaian terbaik akhirnya ditetapkan sebagai peserta terbaik nasional.
Selain Merlin Hitalessy dan Tressya Litaay, empat guru lainnya yakni Sofie Mellyani F. dari SMAN 4 Surabaya, Irvia Mariza dari SMAN 15 Bandung, A. Arief R. dari SMKN 1 Garut, serta Winda Risnawati dari SMAN 5 Pematangsiantar.
Kurikulum program dirancang agar kemampuan teknologi yang diperoleh guru tidak berhenti pada teori. Para peserta dibekali pemanfaatan AI yang berpusat pada manusia, penyusunan instruksi AI, peningkatan produktivitas, desain visual, produksi video, metode pembelajaran kreatif hingga pengujian digital.
Para guru juga diwajibkan menghasilkan karya akhir berupa materi dan rancangan pembelajaran yang dapat diterapkan serta dikembangkan di sekolah masing-masing.
Direktur Human Capital Management Telkomsel, Indrawan, mengatakan, perkembangan AI yang sangat cepat membuat dunia pendidikan harus ikut beradaptasi, tanpa mengesampingkan pembangunan kompetensi dasar peserta didik.
“AI berkembang sangat cepat dan akan memasuki semua lini kehidupan, sehingga kita perlu bersama menguji dan mempelajari adopsi AI melalui program Terpujilah GURU ini,” kata Indrawan dalam rilia yang diterima media ini, Sabtu, (26/9/2026).
Menurutnya, pemanfaatan AI secara tepat di bidang pendidikan diharapkan dapat membantu Indonesia beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus mempersiapkan generasi yang mampu bersaing.
Sementara itu, Tressya Litaay menilai kehadiran AI membuka peluang besar bagi dunia pendidikan, termasuk bagi peserta didik yang berada di wilayah pedesaan.
“Kehadiran AI bukan membuka banyak peluang khususnya bagi anak-anak di pedesaan. Melalui program Telkomsel ini, kami para guru di daerah diajarkan untuk jeli memanfaatkan AI guna menciptakan media pembelajaran yang interaktif dan relevan,” ujar Tressya.
Capaian dua guru asal Maluku tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi digital tidak hanya berlangsung di pusat-pusat pendidikan di Pulau Jawa. Guru dari daerah juga mampu bersaing dalam penguasaan teknologi dan inovasi pembelajaran di tingkat nasional.
Direktur Jenderal Pendidikan Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Nunuk Suryani, mengapresiasi semangat para guru untuk terus mengembangkan kompetensi di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat.
Menurutnya, program seperti Terpujilah GURU memberikan ruang bagi guru untuk mengembangkan kemampuan memanfaatkan AI sebagai alat bantu pembelajaran.
Setelah program berakhir, para peserta juga akan terhubung dalam jejaring alumni EduCreator. Jejaring tersebut menjadi ruang berbagi materi, pengalaman, dan praktik pembelajaran agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada peserta program, tetapi dapat menjangkau lebih banyak guru dan siswa di berbagai daerah.
Dua nama dari Maluku kini tercatat dalam enam guru terbaik nasional Terpujilah GURU 2026.
Merlin Hitalessy dan Tressya Litaay membawa pesan bahwa inovasi pendidikan berbasis teknologi juga tumbuh dari Ambon dan Maluku Tengah. (F64)
