
Jakarta, Fakta64.com – ParagonCorp menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengeksplorasi potensi mikroalga lokal Indonesia sebagai bahan baku industri kosmetik berbasis sains.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) riset, pengembangan, dan pemanfaatan mikroalga pada 1 September 2026 di ParagonCorp Head Office, Jakarta Selatan.
Kerja sama ini mempertemukan kompetensi Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN dalam bioprospeksi dan pengembangan mikroalga dengan pengalaman ParagonCorp dalam mengevaluasi bahan baku serta memahami kebutuhan penerapannya di industri kosmetik.
Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E., FINSDV, mengatakan, kolaborasi riset tidak sekadar membawa hasil penelitian ke industri, tetapi membangun jembatan antara penemuan ilmiah dan kebutuhan penerapan.
“Industri dapat membawa perspektif mengenai kebutuhan dan konteks aplikasi, sementara peneliti membawa kedalaman scientific knowledge. Pertemuan keduanya dapat membuka pertanyaan dan kemungkinan baru yang sebelumnya mungkin belum terlihat dari satu perspektif saja,” katanya dalam rilis yang diterima media ini, Senin, (21/9/2026).
Dalam kerja sama tersebut, eksplorasi mikroalga lokal dilakukan secara bertahap, mulai dari pengembangan biomassa, ekstraksi senyawa aktif, hingga evaluasi karakteristik dan potensi kandidat bahan yang dapat dikembangkan untuk industri kosmetik.
Dijelaskan, Hasil penelitian awal selanjutnya menjadi dasar untuk menentukan arah riset berikutnya, termasuk karakterisasi senyawa, pendalaman potensi, hingga evaluasi kemungkinan aplikasinya sebagai bahan baku.
Kepala Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN, Dr. Ahmad Fathoni, M.Eng., menegaskan keterlibatan industri memberikan konteks tambahan bagi peneliti dalam melihat peluang pengembangan hasil riset.
“Proses tersebut tetap membutuhkan tahapan ilmiah yang kuat. Karena itu, yang kami bangun melalui kerja sama ini bukan hanya hubungan antara peneliti dan industri, tetapi juga ruang untuk mempertemukan pengetahuan, fasilitas, sumber daya, serta perspektif yang berbeda dalam penelitian,” ujarnya.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan translational research, yakni upaya menghubungkan pengetahuan hasil penelitian dengan kemungkinan penerapan yang lebih luas.
Di sektor kosmetik, proses tersebut mencakup pemahaman karakteristik bahan, identifikasi senyawa aktif, evaluasi potensi, hingga kajian kemungkinan pengembangannya sebagai bahan baku industri.
ParagonCorp dan BRIN juga membuka peluang menghasilkan luaran ilmiah dari penelitian tersebut, termasuk publikasi maupun paten bersama, sesuai hasil dan perkembangan riset.
Kerja sama ini sekaligus membuka ruang eksplorasi terhadap sumber daya hayati Indonesia yang selama ini belum banyak dikembangkan, dengan pendekatan berbasis sains dan pemanfaatan yang bertanggung jawab.
Bagi ParagonCorp, kolaborasi dengan BRIN menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset sekaligus membuka peluang penciptaan nilai tambah dari potensi hayati Indonesia melalui inovasi berbasis ilmu pengetahuan. (F64)
