
Ambon, Fakta64.com – Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, mengingatkan Pemerintah Provinsi Maluku agar penghargaan nasional di bidang pendidikan tidak berhenti pada seremoni, tetapi harus menjadi momentum mempercepat pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan di seluruh wilayah kepulauan.
Pemprov Maluku sebelumnya meraih Terbaik I Kategori Akses Pendidikan dan Pelayanan Pendidikan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Dirinya mengapresiasi capaian tersebut sebagai hasil kerja Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, jajaran ASN, Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, serta dinas pendidikan di 11 kabupaten/kota. Namun, menurutnya, penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa masih terdapat pekerjaan besar yang harus dituntaskan.
“Penghargaan ini merupakan pengakuan atas kerja keras bersama, tetapi tugas kita belum selesai,” kata Watubun saat dikonfirmasi lewat telepon, Sabtu (19/9/2026).
Ia menegaskan, pembenahan pendidikan harus menyentuh persoalan pemerataan guru, kesejahteraan dan penghasilan tenaga pendidik, akses siswa menuju fasilitas pendidikan, hingga ketersediaan sarana dan prasarana sekolah.
Perhatian khusus, kata Watubun, harus diarahkan kepada sekolah di wilayah terpencil dan pulau-pulau terluar agar tidak terjadi kesenjangan kualitas pendidikan antara pusat kota dan daerah pelosok.
Watubun juga meminta dana stimulan Rp2 miliar dari Kemendagri dikelola secara akuntabel, efektif, dan tepat sasaran. Anggaran tersebut diharapkan diprioritaskan untuk wilayah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan maupun tenaga guru.
“Kami akan terus mengawal kinerja OPD terkait dalam meningkatkan mutu pendidikan di Maluku. Sekolah-sekolah di daerah terpencil harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Selain pemerataan dan kesejahteraan guru, Watubun menyoroti tantangan pendidikan di era digital.
Ia mendorong tenaga pendidik meningkatkan kemampuan teknologi informasi agar proses pembelajaran lebih interaktif sekaligus mampu membimbing siswa menggunakan teknologi secara positif.
“Pendidik tidak boleh gagap teknologi. Materi pembelajaran perlu disampaikan secara interaktif dan mudah dipahami siswa. Guru juga menjadi benteng utama dalam membimbing anak-anak menggunakan teknologi secara positif,” ungkapnya.
Ia selanjutnya meminta Dinas Pendidikan memperkuat perhatian terhadap sertifikasi guru dan pemenuhan fasilitas sekolah sesuai standar modern.
Watubun berharap penghargaan nasional yang diraih Maluku tidak hanya menjadi simbol prestasi pemerintah daerah, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan dan program yang berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan serta peningkatan sumber daya manusia di seluruh pelosok Maluku. (F64)
