
Ambon, Fakta64.com – Perum Bulog terus memperkuat operasi stabilisasi harga beras dengan menggelontorkan pasokan langsung ke pasar rakyat hingga jaringan ritel modern. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras tetap terjaga sekaligus menahan harga agar tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Di wilayah Maluku dan Maluku Utara, Bulog kini mengejar target realisasi penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 26 juta kilogram.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 13 juta kilogram atau 49 persen dari target yang ditetapkan.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara, Rudy Senawi Tahir, mengatakan capaian tersebut akan terus didorong melalui perluasan distribusi hingga menyentuh langsung masyarakat.
“Target realisasi SPHP sebesar 26 juta kilogram. Total realisasi sampai hari ini sudah mencapai 13 juta kilogram atau sebesar 49 persen,” katanya dalam rilis yang diterima media ini, Sabtu, (5/9/2026).
Bulog, kata dia, tidak hanya melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan ketersediaan beras di pasaran. Jajaran Bulog di berbagai wilayah juga turun langsung untuk memastikan distribusi berjalan serta menambah pasokan apabila terjadi peningkatan kebutuhan.
Menurutnya, langkah intervensi langsung ini menjadi bagian dari strategi Bulog dalam menjaga pasar tetap stabil dan mencegah terjadinya kelangkaan yang berpotensi memicu lonjakan harga.
Secara nasional, Bulog saat ini menguasai stok beras sekitar 4,9 juta ton. Ketersediaan stok tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat distribusi dan melakukan intervensi pasar.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan, Bulog hadir langsung di pasar rakyat dan jaringan ritel untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau.
“Bulog hadir langsung di pasar dan ritel untuk melakukan intervensi demi memastikan masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau sesuai ketentuan,” tegasnya.
Menurutnya, selain memperkuat penyaluran melalui pasar rakyat dan ritel modern, Bulog juga terus membangun koordinasi dengan pemerintah daerah, pedagang, dan pengelola pasar. Koordinasi tersebut dinilai penting untuk memastikan distribusi beras berjalan lancar, merata, serta mampu menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan.
“Dengan realisasi SPHP yang telah mencapai 13 juta kilogram atau 49 persen dari target 26 juta kilogram, Bulog Maluku dan Maluku Utara kini terus menggenjot distribusi guna menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di tengah masyarakat,” pungkasnya. (F64)
