
Ambon, Fakta64.com – DPRD Kota Ambon menutup pelaksanaan DPRD Kota Ambon Expo 2026, Kamis (3/9/2026) malam, di halaman Kantor DPRD Kota Ambon.
Meski agenda expo dijadwalkan berlangsung selama dua hari, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapat ruang tambahan untuk tetap berjualan hingga Jumat (4/9/2026).
Keputusan tersebut menjadi bagian dari komitmen pimpinan DPRD Kota Ambon bersama Sekretariat Dewan untuk menjaga momentum perputaran ekonomi masyarakat, sekaligus memanfaatkan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon.
Ketua DPRD Kota Ambon, Mourits L. Tamaela, mengatakan ruang bagi UMKM diperpanjang seiring pelaksanaan Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Ambon ke-451 yang digelar pada Jumat.
“Langkah ini bertepatan dengan digelarnya Rapat Paripurna Istimewa memperingati HUT Kota Ambon ke-451,” kata Tamaela dalam sambutannya.
Tak sekadar memperpanjang waktu berjualan, DPRD juga mengubah pola jamuan dalam agenda paripurna. Tradisi makan jamuan VIP yang selama ini menjadi bagian dari kegiatan tersebut ditiadakan dan diarahkan untuk mendukung pelaku UMKM.
“Rutinitas makan jamuan VIP besok kami tiadakan. Harapan kami, seluruh tamu undangan yang hadir nantinya dapat bersama-sama menikmati dan membeli produk dari para pelaku UMKM yang ada,” tegasnya.
Langkah tersebut dinilai menjadi bentuk konkret keberpihakan DPRD terhadap ekonomi kerakyatan. Momentum peringatan HUT Kota Ambon tidak hanya menjadi seremoni, tetapi diarahkan untuk memberikan dampak langsung terhadap pelaku usaha lokal.
Antusiasme masyarakat pun tercermin dari nilai transaksi yang tercatat selama pelaksanaan expo. Hingga pukul 17.00 WIT, perputaran uang telah mencapai sekitar Rp320 juta.
“Untuk dua hari pelaksanaan, tercatat perputaran uang sudah mencapai Rp320 juta per jam 5 sore tadi. Dengan memperhitungkan transaksi hingga malam ini dan besok, kami prediksikan nilainya bisa menembus angka Rp400 juta,” ungkap Tamaela.
DPRD Ingin Bangun Baileo Rakyat
Tak berhenti pada pelaksanaan expo, Tamaela mengungkapkan rencana DPRD Kota Ambon untuk membangun Baileo Rakyat di area depan gedung DPRD. Fasilitas tersebut nantinya diproyeksikan menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan.
“Kami ingin ada kegiatan minimal setiap libur akhir pekan, baik Jumat, Sabtu, atau Minggu. Masyarakat bisa memanfaatkan Baileo ini untuk pentas kesenian maupun rapat-rapat. Ini merupakan langkah kami untuk terus mendekatkan diri dengan rakyat,” jelasnya.
Gagasan tersebut sekaligus menjadi bagian dari visi DPRD Kota Ambon untuk mengubah gedung legislatif menjadi ruang yang lebih terbuka bagi masyarakat.
Tamaela menyebut DPRD tengah mendorong konsep “Rumah Rakyat”, di mana fasilitas gedung tidak hanya digunakan untuk kepentingan internal lembaga legislatif, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat secara terukur dan terkoordinasi.
“Beberapa ruangan yang biasa dipakai untuk rapat Alat Kelengkapan Dewan (AKD) maupun paripurna nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum untuk kegiatan musyawarah hingga kesenian, yang diatur melalui Sekretariat Dewan,” tandasnya.
Konsep tersebut menegaskan arah DPRD Kota Ambon untuk membuka akses ruang publik sekaligus memperpendek jarak antara lembaga legislatif dan masyarakat yang diwakilinya.
Penutupan DPRD Kota Ambon Expo 2026 berlangsung meriah dengan penampilan sejumlah artis lokal, di antaranya Chaken Supusepa, Willy Sopacua, dan DJ Irvan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I DPRD Kota Ambon Gerald Mailoa, Wakil Ketua II Patrick Moenandar, sejumlah anggota DPRD, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Andrias Nugroho, serta para undangan lainnya. (F64)
