
Ambon, Fakta64.com — PT Pertamina Patra Niaga menyatakan dukungan terhadap langkah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Maluku dalam mengungkap dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Kota Ambon.
Pertamina menilai penindakan tersebut penting untuk memastikan distribusi Pertalite tetap tepat sasaran dan hanya dinikmati masyarakat yang berhak sesuai ketentuan yang berlaku.
Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah kepolisian dalam menindak dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.
“Kami mendukung dan mengapresiasi penindakan atas penyalahgunaan Pertalite di Kota Ambon oleh Ditkrimsus Polda Maluku, agar Pertalite betul-betul dinikmati oleh pengguna yang berhak,” ujar Ispiani, Rabu (26/8/2026).
Pertamina, kata Ispiani, juga menghormati seluruh proses penyelidikan yang sedang dilakukan aparat penegak hukum, termasuk jika dalam perkembangannya ditemukan dugaan keterlibatan oknum Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Dijelaskan, sebagai langkah internal, Pertamina saat ini melakukan pengecekan terhadap transaksi penyaluran Pertalite serta rekaman kamera pengawas atau CCTV pada dua SPBU di Kota Ambon yang menjadi lokasi dugaan penyalahgunaan.
“Apabila memang terdapat transaksi yang tidak sesuai aturan, tentu ada pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku bagi SPBU terkait. Kami menghormati seluruh proses investigasi dan terus berkoordinasi erat memantau perkembangan pemeriksaan yang dilakukan Ditkrimsus Polda Maluku,” tegasnya.
60 Kendaraan Diblokir
Pertamina mengungkapkan, sepanjang 2026 pihaknya telah melakukan pemblokiran terhadap 60 nomor polisi kendaraan yang diduga melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi di wilayah Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pengawasan distribusi BBM bersubsidi untuk menekan praktik pembelian maupun penyaluran yang tidak sesuai aturan.
Dia menambahkan, dari tujuh SPBU di Kota Ambon yang menjual Pertalite, sebanyak empat SPBU disebut pernah mendapatkan pembinaan berupa penghentian sementara suplai Pertalite selama satu bulan karena terbukti melakukan penyaluran yang tidak sesuai ketentuan.
Pertamina menegaskan pengawasan akan terus dilakukan guna menjaga agar BBM bersubsidi tidak disalahgunakan dan tetap tersedia bagi masyarakat yang menjadi sasaran program subsidi pemerintah.
Masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai produk dan layanan Pertamina, maupun memiliki informasi terkait dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, dapat menyampaikannya melalui Pertamina Contact Center 135.
(F64)
