
Ambon, Fakta64.com — Prajurit Wanita Angkatan Udara (Wara) dituntut tidak sekadar menjalankan tugas secara profesional, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan karakter peperangan modern yang semakin kompleks.
Pesan itu mengemuka dalam syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Wara yang digelar di Gedung Luhukay, Mako Lanud Pattimura, Ambon, Rabu (12/8/2026).
Mengusung tema “Dengan Semangat Kanya Bhakti Sejati, Wara Siap Bertransformasi Menjadi Prajurit yang Ampuh Guna Menyongsong Era Perang Modern,” peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan dan profesionalisme prajurit wanita TNI Angkatan Udara.
Syukuran dihadiri Komandan Lanud Pattimura Kolonel Pnb Adhi Safarul Akbar, M.N.S.S.S., bersama Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 5/D III Kodau III Lanud Pattimura, Ny. Maya Akbar.
Dalam sambutannya, Danlanud Pattimura menyampaikan apresiasi atas dedikasi, kinerja, dan profesionalisme personel Wara selama menjalankan tugas di lingkungan Lanud Pattimura.
“Keberadaan Wara memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara. Karena itu, kemampuan profesional tidak boleh berhenti pada capaian yang telah diraih, tetapi harus terus ditingkatkan mengikuti dinamika ancaman dan perkembangan teknologi pertahanan,” katanya dalam rilis yang diterima media ini, Rabu, (12/8/2026).
Menurutnya, Momentum HUT ini hendaknya tidak hanya menjadi ajang syukuran, tetapi juga menjadi ruang untuk melakukan evaluasi dan memperkuat kembali komitmen pengabdian sebagai prajurit TNI AU.
Dijelaskan, Tuntutan terhadap Wara dinilai semakin besar seiring perubahan karakter peperangan yang kini tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga teknologi, informasi, kecepatan pengambilan keputusan, serta kemampuan beradaptasi terhadap situasi yang berubah cepat.
Di sisi lain, Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 5/D III Kodau III Lanud Pattimura, Ny. Maya Akbar, menekankan pentingnya Wara tetap menjaga identitas sebagai perempuan Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat ketimuran.
“Profesionalisme sebagai prajurit harus berjalan seimbang dengan karakter dan nilai-nilai yang melekat pada perempuan Indonesia,” jelasnya.
Menurutnya, Wara diharapkan dapat lebih bijak dalam menjaga eksistensi sebagai wanita Indonesia yang memegang teguh adat ketimuran dan tidak melupakan kodratnya sebagai kaum wanita.
Peringatan HUT ke-63 Wara di Lanud Pattimura pun menjadi pengingat bahwa tantangan prajurit wanita ke depan bukan semakin ringan. Di tengah tuntutan transformasi pertahanan dan era perang modern, Wara dituntut semakin tangguh, profesional, disiplin, serta adaptif tanpa kehilangan jati diri.
Momentum ini diharapkan mampu memperkuat semangat pengabdian sekaligus mendorong prajurit wanita TNI AU untuk terus meningkatkan kapasitas dalam menjawab tuntutan tugas dan tantangan pertahanan yang terus berkembang. (F64)
