
Ambon, Fakta64.com — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Maluku tak melulu diwarnai lomba tradisional. Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Ambon justru memilih jalur musik untuk menghidupkan semangat kemerdekaan sekaligus merawat identitas Ambon sebagai Kota Musik.
Sebanyak 42 peserta ambil bagian dalam lomba karaoke yang digelar di Aula Kantor Imigrasi Ambon. Peserta berasal dari jajaran Kemenimipas di Maluku, mulai dari Imigrasi Ambon, Pemasyarakatan, Kantor Wilayah, hingga satu peserta dari GPM Eden.
Kompetisi tersebut digelar selama dua hari. Sebanyak 21 peserta tampil pada hari pertama, sedangkan 21 peserta lainnya dijadwalkan unjuk kemampuan pada hari berikutnya.
Salah satu lagu yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut yakni “Trang Bagi Sesama”. Lagu ini dipilih bukan sekadar untuk hiburan, tetapi karena dinilai membawa pesan yang sejalan dengan semangat membangun budaya bernyanyi di Ambon.
Kepala Kanim Kelas I TPI Ambon, Eben Rifqi Taufan, menegaskan lomba tersebut memiliki misi lebih jauh dari sekadar memeriahkan HUT Kemerdekaan.
“Kami mengadakan lomba menyanyi ini selain untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, sebenarnya utamanya untuk menyemarakkan Kota Ambon. Kita kenal Ambon sebagai kota musik,” kata Eben, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, musik merupakan bagian penting dari karakter Ambon yang perlu terus dirawat melalui kegiatan-kegiatan kreatif. Ia bahkan mengaku memiliki ketertarikan khusus terhadap lagu “Trang Bagi Sesama” dan berharap lagu tersebut semakin dikenal masyarakat.
“Saya senang dengan lagu ini dan berpikir lagu ini harus digelorakan. Kita terus membuat suasana Ambon menjadi suasana bernyanyi. Makanya kami membuat lomba ini,” ujarnya.
Eben mengakui kegiatan tahun ini masih dalam skala terbatas. Namun, ia membuka peluang agar lomba serupa dapat dikembangkan menjadi ajang yang lebih besar dan melibatkan masyarakat secara luas.
“Saya berharap ke depannya bisa lebih besar, bahkan mungkin sekota Ambon,” tuturnya.
Bukan Sekadar Cari Juara
Kanim Ambon juga tidak ingin lomba tersebut berhenti pada kemeriahan seremonial. Kompetisi ini diharapkan menjadi ruang untuk menemukan sekaligus mengasah potensi penyanyi yang ada di lingkungan Kemenimipas Maluku.
Karena itu, kualitas penampilan menjadi salah satu perhatian utama dalam proses penjurian. Kanim Ambon menghadirkan Thomas D. Huwae, M.Sn, yang akrab disapa Tommy, sebagai Ketua Dewan Juri.
Dosen Pendidikan Musik IAKN Ambon tersebut tidak hanya menilai penampilan peserta, tetapi juga memberikan masukan dan wawasan terkait teknik serta kualitas bermusik.
Eben mengapresiasi keterlibatan Tommy yang dinilai memberikan nilai tambah terhadap kompetisi tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Ketua Juri Pak Tommy yang sudah berkenan hadir mendampingi dan memberikan pengetahuan tentang musik. Meskipun ini event kecil, kami berharap event ini tetap punya kualitas,” ungkapnya.
Ia berharap pemenang nantinya bukan hanya unggul dalam kompetisi, tetapi benar-benar memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan sebagai penyanyi.
“Diharapkan yang menjadi juara nanti benar-benar penyanyi Ambon yang kita rindukan,” tambahnya.
Selain lomba karaoke, rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Kemenimipas Maluku juga diisi dengan sejumlah perlombaan lainnya, seperti balap karung dan tarik tambang.
Sementara lomba memancing dijadwalkan berlangsung Jumat dan Sabtu. Karena keterbatasan kapasitas kolam pemancingan di kawasan Poka, kegiatan tersebut khusus diperuntukkan bagi pegawai Imigrasi dan Kantor Wilayah Imigrasi.
Rangkaian kegiatan itu menjadi momentum bagi jajaran Kemenimipas Maluku untuk merayakan kemerdekaan dengan cara yang lebih kreatif.
Di tengah perlombaan dan hiburan, pesan yang ingin ditegaskan Kanim Ambon cukup jelas: kemerdekaan bukan hanya dirayakan, tetapi juga dihidupkan melalui kebersamaan dan pelestarian identitas budaya.
Bagi Ambon yang menyandang predikat Kota Musik, suara-suara dari panggung karaoke itu menjadi lebih dari sekadar hiburan—ia menjadi upaya kecil untuk memastikan musik tetap bernapas di tengah masyarakat. (F64)
