
Ambon, Fakta64.com – Kehadiran Mie Gacoan Ambon Rijali menjadi angin segar bagi sektor kuliner sekaligus pasar tenaga kerja di Kota Ambon. Gerai pertama Mie Gacoan di Ambon itu resmi beroperasi dengan melibatkan 120 karyawan yang seluruhnya direkrut dari masyarakat lokal.
Area Manager Papua Maluku, Yafet Imanuel, mengatakan kehadiran Mie Gacoan di Ambon tidak hanya bertujuan memperluas jaringan bisnis, tetapi juga memberi dampak langsung bagi warga setempat melalui pembukaan lapangan kerja.
“Total karyawan kami sebanyak 120 orang, termasuk jajaran manajemen. Puji Tuhan, semuanya merupakan warga asli Ambon,” kata Yafet saat grand opening Mie Gacoan Ambon, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, perekrutan tenaga kerja lokal menjadi bagian dari komitmen perusahaan di setiap daerah tempat Mie Gacoan beroperasi. Perusahaan, kata dia, ingin memastikan masyarakat daerah ikut merasakan manfaat ekonomi dari pembukaan gerai baru.
“Tujuan utama kami adalah membuka kesempatan kerja bagi putra-putri daerah. Itu menjadi komitmen Mie Gacoan di setiap wilayah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum resmi bekerja, seluruh karyawan telah mengikuti pelatihan intensif di Makassar selama tiga hingga enam bulan. Pelatihan tersebut dilakukan untuk memastikan standar pelayanan, operasional, dan kualitas produk berjalan sesuai ketentuan perusahaan.
“Semua karyawan sudah menyelesaikan pelatihan di Makassar dan kembali ke Ambon pada akhir Juni sebelum gerai resmi beroperasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses rekrutmen untuk gerai Ambon saat ini telah selesai. Karena itu, Mie Gacoan Ambon belum membuka lowongan kerja baru dalam waktu dekat.
Untuk operasional, Mie Gacoan Ambon melayani pelanggan setiap hari mulai pukul 08.00 WIT hingga 23.00 WIT. Namun, jam layanan tersebut masih dapat disesuaikan dengan kebijakan manajemen.
Terkait harga menu, Yafet memastikan seluruh produk Mie Gacoan ditawarkan dengan harga terjangkau. Segmentasi harga, kata dia, tetap menyasar berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan anak muda.
“Harganya bervariasi, tetapi tetap ramah di kantong, termasuk untuk mahasiswa. Kami sengaja belum mengumumkan daftar harga agar masyarakat datang langsung dan merasakan sendiri pengalaman menikmati Mie Gacoan,” ujarnya.
Ia juga memastikan tidak ada promo khusus saat pembukaan.
Dia menambahkan, harga menu yang ditawarkan sudah berada pada kategori terjangkau bagi masyarakat. Ke depan, manajemen Mie Gacoan menargetkan perluasan jaringan di wilayah Maluku. Meski belum menyebut lokasi cabang berikutnya, Yafet menyebut pengembangan gerai baru akan mempertimbangkan respons dan antusiasme masyarakat.
“Kami berharap bisa membuka lebih banyak gerai di Maluku. Untuk lokasi berikutnya belum dapat kami sampaikan, namun itu menjadi target pengembangan kami ke depan,” tutupnya. (F64)
