
Ambon, Fakta64.com – Telkomsel menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital di Indonesia Timur dengan menutup program Corporate Social Responsibility (CSR) Papua Maluku Digital Bootcamp (PMDB) Season 3.
Penutupan program dikemas melalui kegiatan Offboarding & Awarding PMDB Season 3, sekaligus memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang berhasil menciptakan inovasi digital berdampak bagi masyarakat Papua dan Maluku.
Program ini menjadi wadah pengembangan talenta muda untuk meningkatkan kompetensi digital sekaligus melahirkan solusi nyata di berbagai sektor strategis. Antusiasme peserta pun terbilang tinggi. Sebanyak 3.099 mahasiswa dari 33 perguruan tinggi di Papua dan Maluku mengikuti rangkaian campus roadshow.
Dari jumlah tersebut, 181 peserta lolos ke tahap live class, 35 peserta mengikuti pitching, hingga akhirnya 20 finalis terpilih mengembangkan proyek inovasi.
Kelima tema yang menjadi fokus pengembangan meliputi pendidikan, kesehatan, sosial dan lingkungan, ekonomi serta kewirausahaan, hingga pariwisata.
GM Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku dan Papua, Fajri Adi Firmansyah, mengatakan Papua dan Maluku memiliki potensi besar dalam melahirkan talenta digital yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan di daerah.
“Melalui PMDB, kami ingin menghadirkan ruang belajar, berkolaborasi, dan berinovasi agar ide-ide terbaik mereka berkembang menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap program ini melahirkan generasi muda yang siap menjadi agen perubahan dan mempercepat transformasi digital di Indonesia Timur,” ujarnya.
Pada malam penganugerahan, Telkomsel menetapkan lima karya inovasi terbaik. Michelle Kinaya dari Universitas Papua keluar sebagai Juara I melalui inovasi CekSehat, teknologi untuk deteksi dini penyakit di masyarakat.
Posisi Juara II diraih Kinaryo Citra dari Universitas Musamus Merauke melalui pengembangan sistem informasi pariwisata berbasis web. Dessy Natalya dari Universitas Papua meraih Juara III berkat program peningkatan kemampuan public speaking bagi anak-anak Papua.
Sementara Juara IV diraih Putra Angga dari Universitas Musamus Merauke melalui program pemberdayaan pemuda Papua berbasis pelatihan keterampilan dan ekonomi kreatif. Juara V diraih Dwi Risky dari Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong lewat inovasi MACE-MARKET, platform modernisasi administrasi dan pemasaran produk unggulan desa.
Selain penghargaan utama, Telkomsel juga memberikan apresiasi kepada peserta paling aktif dalam social media challenge, yakni Rambu Aya dari Universitas Papua, Seravina dari Politeknik Amamapare, dan Felix Pelupessy dari Universitas Muhammadiyah Sorong.
Acara penutupan turut menghadirkan Manager Talent Fulfillment and Assessment Telkomsel, Abdul O Setiawan, yang membekali peserta dengan wawasan mengenai pengembangan kompetensi dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Data penyelenggaraan PMDB Season 3 menunjukkan ide inovasi peserta paling banyak berasal dari sektor pendidikan (36 persen), disusul ekonomi dan kewirausahaan (28 persen), sosial dan lingkungan (20 persen), kesehatan (8 persen), serta pariwisata (7 persen).
Dominasi tersebut mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap persoalan di daerahnya sekaligus kemampuan memanfaatkan teknologi sebagai solusi.
Fajri menegaskan, Telkomsel berharap PMDB tidak sekadar menjadi program pelatihan, tetapi menjadi titik awal lahirnya inovator muda yang mampu membawa perubahan di Papua dan Maluku.
“Ke depan, Telkomsel akan terus membuka ruang kolaborasi dan memperluas kesempatan bagi talenta muda untuk bertumbuh, berkarya, dan berkontribusi dalam mempercepat transformasi digital yang inklusif serta berkelanjutan di Indonesia Timur,” tutupnya. (F64)
