
Ambon, Fakta64.com — Kehadiran negara kembali terasa di wilayah kepulauan. Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku bersama TNI Angkatan Laut menggelar Kas Keliling Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Desa Nusantara, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (2/9/2026).
Menggunakan unsur KRI Posepa-870, layanan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 14.00 WIT itu tidak sekadar membawa Rupiah hingga ke daerah kepulauan. Masyarakat juga mendapat edukasi kebangsaan dan layanan kesehatan gratis.
Kegiatan tersebut melibatkan 15 personel Tim ERB BI Provinsi Maluku, tiga personel kesehatan Kodaeral IX, personel Dinas Penerangan dan Intelijen Kodaeral IX, serta sembilan personel KRI Posepa-870.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyiapan material, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi Bela Negara dan Paham Rupiah kepada masyarakat. Pesan yang dibawa cukup jelas, Rupiah bukan semata alat transaksi, tetapi juga simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, akses terhadap Rupiah yang layak sekaligus pemahaman masyarakat terhadap mata uang negara menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan ekonomi, terutama di wilayah terluar dan kepulauan.
Tak berhenti pada layanan ekonomi, Tim ERB bersama unsur kesehatan Kodaeral IX juga menghadirkan bakti kesehatan gratis. Sebanyak 42 warga Desa Nusantara memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan tersebut.
Hasil pemeriksaan menemukan sejumlah keluhan, mulai dari konjungtivitis atau infeksi mata, mialgia atau pegal linu, osteoarthritis atau pengapuran tulang, dyspepsia atau gangguan lambung, hernia scrotalis, dermatitis, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kegiatan ini turut dihadiri Komandan KRI Posepa-870 Mayor Laut (P) Muhammad Fachri, Sekretaris Kecamatan Banda, Forkopimcam Banda, Kepala Lapas Kelas III Banda Neira, Kepala PNA se-Kota Neira, Kapolsek Banda Neira, Tim Kesehatan Kodaeral IX, Tim ERB, serta masyarakat setempat.
Menembus Jarak, Memastikan Rupiah Tetap Berdaulat
Pelaksanaan Kas Keliling ERB di Desa Nusantara menunjukkan bahwa pelayanan negara tidak semestinya berhenti di pusat-pusat kota. Di wilayah kepulauan seperti Maluku, jarak geografis menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan publik.
Sinergi BI dan TNI AL melalui dukungan KRI Posepa-870 menjadi salah satu cara untuk menembus keterbatasan akses tersebut. Kapal perang tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga menjadi sarana pendukung pelayanan negara bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Kehadiran layanan Rupiah sekaligus kesehatan gratis memperlihatkan bahwa ekspedisi tersebut membawa misi yang lebih luas: memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap terhubung dengan layanan negara, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.
Dengan berakhirnya pelayanan di Desa Nusantara, seluruh rangkaian Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di wilayah 3T Provinsi Maluku yang meliputi Pulau Wetar, Kisar, Moa, Damer, dan Banda resmi berakhir.
Selanjutnya, KRI Posepa-870 melaksanakan pelayaran kembali menuju Kota Ambon.
Ekspedisi berakhir, tetapi pesan yang dibawanya tetap sama: di tengah bentangan laut dan jarak antarpulau, Rupiah harus tetap hadir sebagai simbol kedaulatan negara dan pelayanan negara harus tetap menjangkau masyarakat. (F64)
