
Ambon, Fakta64.com – Pemerintah Kota Ambon mendorong perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai bagian dari strategi memperkuat UMKM, meningkatkan daya saing daerah, sekaligus mempromosikan pariwisata dan kuliner lokal.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, saat membuka QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 di Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Senin (13/7/2026).
Ajang yang digelar Bank Indonesia Provinsi Maluku tersebut mengusung tema “Jelajahi Kuliner Nusantara, Bayar Praktis dengan QRIS.”
Ely mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu memadukan inovasi teknologi pembayaran dengan kekayaan budaya dan kearifan lokal Maluku.
“Transformasi digital tidak hanya memberikan kemudahan bertransaksi, tetapi juga menjadi motor penggerak penguatan UMKM, peningkatan daya saing daerah, serta pelestarian kekayaan budaya dan kuliner lokal,” kata Ely.
Menurutnya, konsep kegiatan yang menggabungkan edukasi transaksi digital dengan promosi pariwisata, budaya, dan kuliner sejalan dengan kebutuhan pembangunan Kota Ambon.
Pertumbuhan ekonomi daerah, kata Ely, membutuhkan fondasi inovasi yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha.
“Sinergi ini sangat penting karena pertumbuhan ekonomi Kota Ambon terus menunjukkan kinerja positif dan membutuhkan dukungan inovasi yang berkelanjutan,” jelasnya.
Ely menegaskan, QRIS tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga menjadi penghubung antara masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, perbankan, dan sektor pariwisata.
Penerapan pembayaran digital dinilai dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan saat bertransaksi. Pada saat yang sama, pelaku UMKM dapat memperoleh manfaat berupa pelayanan yang lebih cepat, pencatatan transaksi yang lebih tertata, serta peluang promosi yang lebih luas.
“Dengan sistem pembayaran modern ini, wisatawan yang berkunjung ke Ambon tidak lagi terkendala metode pembayaran tunai. Pelaku UMKM juga mendapatkan kemudahan dalam pelayanan dan pencatatan transaksi,” jelas Ely.
Pemilihan Negeri Rutong sebagai lokasi pembukaan kegiatan juga dinilai tepat. Selain memiliki panorama alam, Rutong dikenal mempunyai kekayaan sejarah, budaya, dan potensi ekonomi berbasis sagu yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Maluku.
“Ini merupakan potret kolaborasi nyata antara sektor keuangan, pemerintah daerah, pelaku usaha, dunia pariwisata, dan masyarakat adat,” tambah Ely.
Ia berharap peserta QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 dapat menjadi duta promosi yang membawa cerita positif mengenai keindahan alam, keramahan masyarakat, serta kekayaan kuliner Kota Ambon ke tingkat yang lebih luas.
Pemkot Ambon juga mengajak Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, akademisi, media, dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam memperluas penggunaan pembayaran digital.
Perluasan QRIS diharapkan menyasar pasar tradisional, pusat kuliner, destinasi wisata, hingga pelaku usaha mikro agar perekonomian Kota Ambon semakin tangguh, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Sinergi seluruh pihak harus terus diperkuat untuk mendorong digitalisasi pembayaran dan mewujudkan ekonomi daerah yang tangguh serta adaptif,” pungkas Ely. (F64)
