
Haruku, Fakta64.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Negeri Aboru, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, berlangsung khidmat sekaligus sarat pesan kebangsaan.
Panglima Kodam (Pangdam) XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam upacara yang digelar Kodim 1504/Ambon, Senin (17/8/2026).
Mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, upacara tersebut melibatkan personel TNI, Polri, pemerintah negeri, para guru, serta pelajar dari jenjang SD, SMP hingga SMA di Negeri Aboru.
Kedatangan Pangdam XV/Pattimura di Pelabuhan Salele, Negeri Aboru, diawali dengan penyambutan adat oleh Ketua Saniri Negeri bersama Raja Aboru, Anthonie David Cornelis Usmany, S.Sos.
Raja Aboru mengalungkan syal kepada Pangdam, dilanjutkan dengan tarian Lengso yang dibawakan siswa SD Negeri 290 Maluku Tengah.
Semangat nasionalisme juga terasa dalam perjalanan menuju lokasi upacara. Sebanyak 500 Bendera Merah Putih dibentangkan di lingkungan SMP Negeri 4 Aboru, menjadi simbol kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam upacara tersebut, Komandan Upacara dijabat Kolonel Inf Rudolf Paulus, yang saat ini menjabat Waasintel Kasdam XV/Pattimura.
Sementara Jeli Soumokil dipercaya sebagai pembawa baki. Tiga petugas pengibar Bendera Merah Putih masing-masing Jeli Soumokil, Helmy A. Usmany dan Etgar B. Malawau.
Upacara diikuti personel Yonif 733/Masariku, anggota Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, para guru, serta siswa sekolah di Negeri Aboru.
Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sementara teks Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Wakil Gubernur Maluku.
TNI Harus Hadapi Ancaman Era Baru
Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang dibacakan Pangdam XV/Pattimura, ditegaskan bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa harus dijaga dengan kerja nyata.
“Delapan puluh satu tahun lalu, para pendiri bangsa merebut kemerdekaan dengan pengorbanan darah, keringat, dan air mata. Tugas kita hari ini adalah menjaga kemerdekaan itu dengan memastikan kedaulatan, keamanan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga,” demikian amanat tersebut.
TNI, kata Panglima TNI, memiliki posisi strategis dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur.
Tantangan yang dihadapi pun semakin kompleks. Kontestasi geopolitik global, konflik kawasan, perang siber, perang informasi hingga perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi bagian dari ancaman yang harus diantisipasi.
“TNI harus mampu mendeteksi dan mencegah setiap ancaman, serta menjaga setiap jengkal daratan, perairan, dan ruang udara Indonesia,” tegasnya.
Dalam mewujudkan keadilan, TNI juga dituntut menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, menegakkan aturan di wilayah tugas serta mencegah dan menindak berbagai pelanggaran, termasuk penambangan ilegal, illegal fishing, penyelundupan dan tindakan lain yang merampas hak masyarakat.
Sementara dalam mendukung kemakmuran, TNI diarahkan memperkuat pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), mendukung program strategis nasional, memperkuat ketahanan pangan dan energi serta membantu percepatan penanganan bencana.
Prajurit Diminta Bersih dari Pelanggaran
Panglima TNI juga menekankan bahwa kekuatan TNI tidak hanya ditentukan oleh modernisasi Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam), tetapi juga oleh kehormatan, integritas dan disiplin setiap prajurit.
“TNI tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran hukum dan disiplin,” ujarnya.
Prajurit diingatkan menjauhi judi online, narkoba, desersi, penyalahgunaan wewenang maupun berbagai tindakan indisipliner yang berpotensi mencoreng nama baik satuan dan institusi TNI.
Jiwa korsa, lanjutnya, juga tidak boleh dijadikan alasan untuk menutupi pelanggaran. Sebaliknya, jiwa korsa harus menjadi kekuatan untuk saling mengingatkan dan mencegah kesalahan sejak dini.
Panglima TNI turut meminta seluruh prajurit menjaga soliditas Tri Matra TNI, memperkuat sinergi dengan Polri dan seluruh komponen bangsa. Kepercayaan masyarakat ditegaskan sebagai kehormatan yang wajib dijaga.
Menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas, seluruh prajurit diminta mengimplementasikan nilai TNI PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif.
Di sisi lain, pimpinan TNI berkomitmen memperjuangkan peningkatan kesejahteraan prajurit dan keluarga, termasuk kebutuhan perumahan, layanan kesehatan serta pemenuhan hak-hak prajurit.
Pesta Rakyat Tutup Rangkaian Kegiatan
Usai upacara, suasana di Negeri Aboru berubah semarak melalui Pesta Rakyat yang melibatkan masyarakat.
Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari tarian Pancasila oleh SD Negeri 290 Maluku Tengah sebagai pemenang lomba, makan bersama, pembagian sembako, pengobatan massal hingga berbagai perlombaan rakyat.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi penutup peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Aboru, sekaligus memperlihatkan kuatnya sinergi TNI, pemerintah negeri dan masyarakat dalam merawat semangat persatuan serta kemanunggalan TNI dengan rakyat. (F64)
