
AMBON, Fakta64.com – Gagasan pembentukan Saniri Kota Ambon mulai dirumuskan sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran adat, budaya, serta kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan di Kota Ambon.
Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Tamaela, mengatakan, pembentukan Saniri Kota Ambon merupakan langkah positif yang patut mendapat apresiasi karena membuka ruang kolaborasi antara pihak adat dan lembaga DPRD dalam menjaga serta melestarikan identitas budaya masyarakat Ambon.
“Saniri Kota Ambon nantinya diharapkan dapat melibatkan pihak adat dan anggota DPRD Kota Ambon, sehingga menjadi wadah bersama dalam memperkuat nilai-nilai adat dan budaya lokal di tengah perkembangan Kota Ambon.
Pembentukan Saniri Kota Ambon dinilai penting mengingat Kota Ambon memiliki sejarah, budaya, dan tatanan adat yang kuat,” katanya usai kegiatan DPRD Expo, Rabu, (3/9/2026).
Dijelaskan, Keberadaan negeri-negeri adat yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat menjadi alasan penting perlunya sebuah wadah yang dapat mengakomodasi nilai-nilai kearifan lokal di tingkat kota.
“Minimal harus ada Saniri Kota Ambon dalam tatanan adat yang dapat mendampingi Kota Ambon,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan Saniri Kota tidak sekadar menjadi lembaga simbolik. Lebih dari itu, lembaga tersebut diharapkan mampu menjadi wadah yang memberikan perhatian terhadap persoalan adat, budaya, serta kepentingan masyarakat adat dalam dinamika pembangunan Kota Ambon.
“Keberadaan Saniri Kota juga diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, serta pihak adat. Dengan demikian, setiap arah pembangunan yang dilakukan tetap memperhatikan nilai-nilai lokal yang selama ini menjadi identitas dan kekuatan masyarakat Ambon,” ungkapnya.
Menurut Tamaela, gagasan pembentukan Saniri Kota Ambon bukan semata-mata untuk membangun pola kemitraan antara eksekutif dan legislatif. Namun, lebih jauh dari itu, pembentukan Saniri Kota diharapkan menjadi bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya lokal yang telah hidup dan diwariskan secara turun-temurun.
Lebih lanjut, dikatakan, di tengah perkembangan dan modernisasi Kota Ambon, keberadaan lembaga adat di tingkat kota dinilai semakin penting. Pembangunan tidak boleh hanya berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas, nilai budaya, serta kearifan lokal masyarakat.
Dia menambahkan, saat ini, sejumlah aspek teknis terkait struktur, sistematika, fungsi, dan kedudukan Saniri Kota Ambon masih dalam tahap penggodokan.
Proses tersebut dilakukan oleh pihak terkait bersama Latupati, guna merumuskan bentuk dan mekanisme yang tepat agar Saniri Kota Ambon memiliki kedudukan yang jelas serta dapat menjalankan perannya secara maksimal.
“Penggodokan tersebut menjadi tahapan penting sebelum gagasan pembentukan Saniri Kota Ambon benar-benar diwujudkan. Sebab, lembaga yang akan dibentuk nantinya diharapkan tidak tumpang tindih dengan lembaga adat yang telah ada, melainkan menjadi wadah bersama yang memperkuat peran adat dalam konteks kehidupan Kota Ambon,” pungkasnya.
Jika terealisasi, kata dia, pembentukan Saniri Kota Ambon berpotensi menjadi langkah penting dalam memperkuat identitas Kota Ambon sebagai kota yang terus berkembang tanpa meninggalkan akar sejarah dan budayanya.
Kolaborasi antara pihak adat, DPRD, dan pemerintah daerah diharapkan mampu melahirkan sebuah tatanan yang menempatkan adat sebagai bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kota Ambon.
Dengan demikian, Saniri Kota Ambon nantinya tidak hanya menjadi representasi masyarakat adat, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan nilai-nilai adat serta budaya lokal kepada generasi mendatang. (F64)
