
Ambon, Fakta64.com – Wakil Rektor III Universitas Pattimura, Dr. Nur Aida Kubangun, menegaskan komitmen kampus mempercepat transformasi menuju universitas kelas dunia. Penegasan itu disampaikan usai peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/2026).
Kubangun menolak visi yang berhenti sebagai slogan. Dengan sekitar 2.000 dosen dan 34.000 mahasiswa, ia menilai Unpatti punya modal kuat, namun sekaligus diuji untuk benar-benar bekerja, bukan terjebak rutinitas.
“Arah kami jelas: mencetak SDM kompetitif dan adaptif secara global,” tegasnya.
Dorongan itu diperkuat lewat debut Pekan Seni Mahasiswa Universitas Pattimura sebagai ruang kurasi menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional.
Menariknya, dangdut mendominasi pilihan mahasiswa, sementara seriosa dan keroncong kian tersisih.
“Semua genre tetap terbuka. Ini soal ruang, bukan pembatasan,” ujarnya.
Di level daerah, Unpatti bersama Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia akan menggelar Pekan Seni Mahasiswa Daerah.
Kubangun pun mendesak Pemerintah Provinsi Maluku memberi dukungan penuh.
“Ini bukan sekadar nama kampus, tapi Maluku. Dukungan pemerintah adalah harga mati,” tandasnya.
Ia mengingatkan, tanpa dukungan nyata, mimpi bersaing di tingkat nasional hanya akan menjadi retorika tahunan. Unpatti, kata dia, harus tampil sebagai pusat lahirnya generasi unggul bukan sekadar wacana. (F64)
