
AMBON, Fakta64.com – Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku terus memperkuat sinergi dalam menjaga kedaulatan Rupiah hingga ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di Kepulauan Maluku.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan Courtesy Call (CC) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Surya Alamasyah, yang diterima Wakil Komandan Kodaeral (Wadan Kodaeral) IX, Laksma TNI Dr. Muhammad Risahdi, di Lobby Mako Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Rabu (26/8/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Namun, di balik agenda silaturahmi tersebut, kedua institusi membahas langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, khususnya dalam mendukung kelancaran peredaran Rupiah di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis cukup kompleks.
Salah satu agenda penting yang dibahas adalah rencana pelaksanaan kembali Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 di wilayah Maluku.
Program tersebut direncanakan melibatkan unsur TNI Angkatan Laut, termasuk KRI Posepa-870 dan Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral IX, dalam mendukung distribusi uang layak edar sekaligus penarikan uang tidak layak edar atau uang lusuh dari masyarakat di sejumlah wilayah 3T.
Kolaborasi antara BI dan TNI AL dinilai memiliki peran strategis, mengingat kondisi geografis Maluku yang didominasi wilayah laut dan ribuan pulau dengan akses transportasi yang tidak seluruhnya mudah dijangkau.
Melalui dukungan armada laut, layanan kas Bank Indonesia diharapkan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar dan terpencil, sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap Rupiah dalam kondisi layak edar.
Kehadiran KRI Posepa-870 menjadi bagian penting dalam upaya memperluas jangkauan layanan tersebut. Selain mendistribusikan uang layak edar, ekspedisi ini juga akan melakukan penarikan uang lusuh yang masih beredar di tengah masyarakat.
Wadan Kodaeral IX, Laksma TNI Dr. Muhammad Risahdi, menyambut positif kunjungan jajaran BI Provinsi Maluku tersebut. Ia menegaskan bahwa sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mendukung kepentingan masyarakat serta pembangunan di wilayah Maluku.
Kerja sama Kodaeral IX dan BI Maluku diharapkan tidak berhenti pada penguatan hubungan kelembagaan, tetapi mampu menghasilkan koordinasi yang efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kelancaran peredaran Rupiah hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, Surya Alamasyah, hadir didampingi Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Rakhmat Pratama, Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) BI Maluku Izaac Wattimena, Staf Unit PUR BI Maluku Pattymase H. Mozes, serta Protokol BI Maluku Maxwel R. Alfons.
Dari pihak Kodaeral IX, Wadan Kodaeral IX didampingi Aster Dankodaeral IX, Dansatrol Kodaeral IX, Komandan KRI Posepa-870, Koorsmin Kodaeral IX, serta Ka Akun Kodaeral IX.
Melalui penguatan sinergi ini, Kodaeral IX dan BI Provinsi Maluku diharapkan terus membangun kolaborasi strategis dalam menjaga kedaulatan Rupiah sebagai simbol negara, sekaligus memastikan layanan keuangan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat hingga ke pelosok Kepulauan Maluku. (F64)
