
AMBON, Fakta64.com — Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan sebagai langkah membangun generasi yang cerdas dalam mengelola keuangan, sekaligus menghadapi berbagai ancaman kejahatan finansial di era digital. Komitmen itu ditegaskan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, saat membuka Peringatan Hari Indonesia Menabung dan Puncak Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 Provinsi Maluku di Auditorium Universitas Pattimura (Unpatti), Ambon, Kamis (3/9/2026).
Mengusung tema “Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pengelolaan keuangan yang sehat dan aman.
Acara itu dihadiri Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur Watubun, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, pimpinan perbankan, organisasi perangkat daerah, tokoh agama, serta ribuan pelajar dan guru se-Kota Ambon.
Dalam sambutannya, Gubernur Hendrik memberikan apresiasi kepada OJK dan industri jasa keuangan di Maluku yang secara konsisten mendorong budaya menabung melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
Menurutnya, kerja sama tersebut telah menghasilkan capaian yang membanggakan dan mengharumkan nama Maluku di tingkat nasional.
“Pada Peringatan Hari Indonesia Menabung tingkat nasional di Bekasi akhir Agustus lalu, Provinsi Maluku dinobatkan sebagai Pemerintah Provinsi Terbaik dalam Implementasi Program KEJAR untuk wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Ini bukti nyata komitmen kita bersama,” ujar Lewerissa.
Tak hanya Pemerintah Provinsi Maluku, prestasi juga ditorehkan Pemerintah Kota Ambon. Kota Ambon berhasil memperoleh penghargaan nasional melalui inovasi modul ajar literasi keuangan yang diintegrasikan dalam mata pelajaran IPS tingkat SMP dan MTs.
Sementara itu, Bank Modern Express turut mencatatkan prestasi dengan meraih penghargaan sebagai BPR terbaik dalam implementasi Program KEJAR di kawasan Indonesia Timur. Namun, di tengah capaian tersebut, Gubernur mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Digitalisasi yang membuka akses luas terhadap layanan keuangan juga membawa risiko meningkatnya berbagai bentuk kejahatan finansial.
Di hadapan ribuan pelajar, Hendrik secara tegas mengingatkan bahaya pinjaman online ilegal, investasi bodong, judi online hingga penipuan digital yang semakin marak.
“Generasi muda harus ekstra waspada terhadap pinjaman online ilegal, investasi bodong, judi online dan berbagai modus penipuan digital,” tegas Gubernur.
Ia mengingatkan para pelajar agar tidak sembarangan membagikan data pribadi kepada pihak lain.
“Jangan pernah membagikan data pribadi, PIN maupun kode OTP kepada siapa pun, dan pastikan selalu menggunakan produk keuangan yang legal dan diawasi OJK,” pesan Gubernur.
Peringatan tersebut menjadi sorotan penting dalam peringatan Hari Indonesia Menabung tahun ini. Pasalnya, kemudahan akses teknologi tidak hanya membuka peluang bagi masyarakat untuk mengakses layanan keuangan, tetapi juga menjadi ruang baru bagi munculnya berbagai modus kejahatan digital. Karena itu, Hendrik menilai literasi keuangan tidak lagi sebatas mengajarkan masyarakat untuk menabung. Lebih dari itu, masyarakat harus memiliki kemampuan untuk memahami risiko, memilih produk keuangan yang legal, serta melindungi diri dari berbagai bentuk penipuan.
Pemerintah Provinsi Maluku, kata dia, akan terus memperkuat sinergi bersama OJK, Bank Indonesia, industri perbankan dan sektor pendidikan. Langkah tersebut penting untuk memastikan edukasi dan akses keuangan dapat menjangkau seluruh masyarakat Maluku, termasuk mereka yang berada di wilayah kepulauan dan pulau-pulau terluar. “Literasi dan inklusi keuangan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Tidak boleh ada yang tertinggal, termasuk masyarakat di wilayah kepulauan,” tandasnya.
Puncak Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 di Maluku kemudian ditandai dengan prosesi seremonial pembukaan. Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi mampu membangun kesadaran baru di tengah masyarakat Maluku bahwa kemampuan mengelola keuangan merupakan bagian penting dalam menentukan masa depan. (F64)
