
Ambon, Fakta64.com — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, langsung meninjau lokasi kebakaran yang menghanguskan enam rumah warga di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (28/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sesaat setelah Lewerissa tiba dari luar daerah. Tanpa menunda waktu, Gubernur Maluku langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi warga terdampak sekaligus melihat langsung penanganan pascakebakaran.
Lewerissa mengatakan, Pemerintah Kota Ambon telah bergerak cepat melakukan penanganan awal terhadap para korban. Warga yang kehilangan tempat tinggal untuk sementara diarahkan menginap di Balai Desa Batu Merah.
“Sebagaimana kita ketahui, tadi memang ada terjadi kebakaran yang menghanguskan enam rumah. Sudah tertangani dengan baik oleh pemerintah kota, telah diarahkan para korban itu untuk nanti sementara menginap di balai desa. Jadi, saya baru dari luar daerah, langsung datang ke lokasi,” kata Lewerissa.
Dijelaskan, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak, Pemerintah Provinsi Maluku juga langsung menyalurkan sejumlah bantuan kebutuhan dasar. Bantuan tersebut berupa sarung, selimut, kebutuhan khusus perempuan hingga makanan bagi para korban kebakaran.
“Dan Pemerintah Provinsi, kami sudah memberikan bantuan. Sudah ada sarung, selimut, dan macam-macam kebutuhan wanita, dan ada makanan juga sudah kami serahkan tadi. Kami berharap bahwa korban tetap semangat, nanti pemerintah akan melakukan apa yang bisa kami lakukan,” ujar Lewerissa.
Namun di tengah penanganan musibah tersebut, Lewerissa juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran.
Menurutnya, kondisi kemarau ekstrem yang terjadi saat ini membuat potensi kebakaran semakin tinggi dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh masyarakat.
“Di suasana El Nino dengan kondisi kemarau yang ekstrem seperti ini, kita harus berhati-hati, karena sangat mudah terjadi bencana kebakaran,” tegas Lewerissa.
Gubernur menyebut, kebakaran tidak hanya terjadi di kawasan permukiman warga. Sejumlah titik kebakaran hutan juga dilaporkan terjadi di beberapa kabupaten di Maluku.
Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh potensi kebakaran dan memastikan tidak ada tindakan maupun kelalaian yang dapat memicu munculnya api.
“Dan karena itu, kita sebagai pemerintah berharap masyarakat juga punya kesadaran untuk berhati-hati. Memastikan tidak ada kelalaian yang menyebabkan terjadinya bencana kebakaran. Karena ketika terjadi bencana kebakaran, itu sulit untuk ditangani dalam kondisi ekstrem seperti sekarang,” jelas Lewerissa.
Lewerissa turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon dan jajaran pemadam kebakaran yang bergerak cepat mengendalikan situasi hingga api berhasil dipadamkan.
“Saya sebagai Gubernur berterima kasih kepada Pak Wali Kota Ambon dan Aparatur Pemadam Kebakaran Kota yang bergerak cepat untuk menangani kebakaran. Dan seperti yang kita lihat, api telah dipadamkan,” pungkas Lewerissa.
Dalam kunjungan tersebut turut hadir Wali Kota Ambon, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Maluku, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Maluku, Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, serta Raja Negeri Batu Merah. (F64)
