
Jakarta, Fakta64.com – Dalam momentum peringatan Hari Kartini, ParagonCorp menghadirkan ruang refleksi bertajuk “Her Strength, Her Light: A Journey through Doubt, Growth, and Becoming” di Wisma Habibie & Ainun, Jakarta, 21 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen ParagonCorp dalam mendorong pemberdayaan perempuan sekaligus memperkuat inisiatif Women’s Space sebagai wadah pengembangan kepemimpinan perempuan di Indonesia.
Diskusi reflektif tersebut menghadirkan sejumlah tokoh inspiratif lintas bidang, mulai dari diplomat Retno Marsudi, legenda bulu tangkis Susy Susanti, hingga publik figur Nikita Willy dan tokoh muda Nadia Habibie. Diskusi dipandu oleh jurnalis Marissa Anita, serta menghadirkan Sari Chairunnisa selaku Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp.
Mengangkat tema tentang perjalanan, keraguan, dan proses bertumbuh, ParagonCorp menyoroti realitas bahwa banyak perempuan memiliki keinginan untuk berkembang, namun kerap dihadapkan pada rasa kurang percaya diri.
Sari Chairunnisa mengungkapkan, berdasarkan riset Mestara (2025), sebanyak 83 persen perempuan memiliki keinginan untuk berkembang, tetapi hanya sekitar 30 persen yang merasa cukup percaya diri untuk mengambil langkah tersebut.
“Sering kali perempuan terlihat mampu, namun di dalamnya masih ada pertanyaan apakah saya sudah cukup. Saya juga pernah berada di titik itu. Namun saya belajar bahwa keraguan bukan untuk dihilangkan, melainkan dihadapi sebagai bagian dari proses bertumbuh,” ucapnya dalam rilis yang diterima media ini, Jumat, (24/4/2026).
Inspirasi juga diambil dari kisah pasangan B. J. Habibie dan Hasri Ainun Besari, yang menekankan pentingnya dukungan dan relasi dalam perjalanan hidup perempuan.
Ditempat yang sama,
Retno Marsudi, menjelaskan, bahwa pertanyaan mengenai kecukupan diri justru menjadi pemantik semangat untuk terus maju.
Sementara itu, Susy Susanti menekankan pentingnya ketangguhan di tengah dominasi laki-laki di dunia olahraga.
Nikita Willy turut berbagi pengalaman tentang tekanan di ruang publik, serta pentingnya kejujuran pada diri sendiri.
Di sisi lain, Nadia Habibie menyoroti bahwa privilese bukan hanya soal kesempatan, tetapi juga tanggung jawab untuk memberi dampak bagi lingkungan.
Dari diskusi tersebut, muncul benang merah bahwa tidak ada perempuan yang bertumbuh sendirian. Dukungan lingkungan menjadi faktor penting, meski tidak semua perempuan memiliki akses terhadap hal tersebut.
Melalui Women’s Space, ParagonCorp berupaya menghadirkan ruang aman bagi perempuan untuk belajar, berkembang, dan saling menguatkan. Sejak diluncurkan pada 2023, program ini telah menjangkau lebih dari 10.000 perempuan melalui berbagai kota di Indonesia, dengan lebih dari 1.000 peserta aktif dalam komunitas.
Memasuki fase pengembangan, Women’s Space kini menghadirkan program mentorship yang berfokus pada empat pilar kepemimpinan, yakni Leading Self, Leading Systems, Leading Enterprise, dan Leading Narratives.
Program ini turut melibatkan sejumlah mentor perempuan dari berbagai latar belakang, di antaranya Analisa Widyaningrum, Shana Fatina, Prita Ghozie, serta Nadia Habibie.
Melalui inisiatif ini, ParagonCorp menargetkan lahirnya perempuan-perempuan pemimpin yang tidak hanya berkembang secara individu, tetapi juga mampu menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
Women’s Space diharapkan menjadi ekosistem yang mampu melahirkan pemimpin perempuan yang membumi dan memperluas dampak positif lintas generasi, sejalan dengan keyakinan bahwa ketika satu perempuan bertumbuh, maka manfaatnya akan dirasakan oleh keluarga, komunitas, hingga generasi berikutnya.(F64)
