
PHNOM PENH, Fakta64.com – Siswa-siswi SMA Negeri 4 Ambon kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional.
Dalam ajang bergengsi International Creative Innovation Award (ICIA) Global 2026 yang digelar di Phnom Penh pada 22–27 April 2026, kontingen asal Maluku sukses meraih dua medali perak.
Partisipasi tahun ini menjadi yang ketiga bagi SMAN 4 Ambon. Namun, berbeda dari edisi sebelumnya, kali ini sekolah tersebut tampil di kategori paling prestisius, yakni Innovation Award dan Innovation Challenge, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas dan daya saing inovasi yang diusung.
Tim pertama yang terdiri dari Charissa Jean Lawalata dan Fayola Queen Risakotta berhasil memukau dewan juri melalui proyek bertajuk AQUA RISK AI, sebuah sistem monitoring kualitas air berbasis kecerdasan buatan. Inovasi ini dinilai relevan dengan tantangan global terkait lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Gloria Immanuela Putuhena yang berkompetisi di kategori Innovation Challenge juga berhasil menyabet medali perak lewat inovasi BIN BUDDY, sebuah solusi cerdas dalam pengelolaan sampah. Kedua proyek tersebut mengusung tema besar integrasi Sustainable Development Goals (SDGs) dengan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran para pembimbing, yakni Sofia Rahanserang, Neltje de Kock, S.Pd., dan Nontine Syahailatua, S.Pd., yang secara intensif mendampingi para siswa dalam proses riset hingga presentasi di tingkat internasional.
Kepala SMAN 4 Ambon, Mezack Tentua, S.Th., M.Pd.K., mengungkapkan, rasa bangga atas capaian tersebut.
Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, serta kolaborasi antara siswa dan guru.
“Ini adalah bukti bahwa generasi muda Maluku mampu bersaing di panggung global. Kami juga berterima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, serta seluruh pihak yang telah memberikan motivasi dan dukungan,” ucapnya saat dikonfirmasi lewat telepon, Minggu, (26/4/2016).
Dia, berharap, keberhasilan ini dapat menjadi pemantik semangat inovasi bagi generasi muda di Maluku untuk terus berkarya dan menghadirkan solusi kreatif bagi berbagai persoalan di masyarakat. (F64)
