
Ambon, Fakta64.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Sadali Ie, menegaskan pentingnya penguatan koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam mempercepat pelaksanaan program pertanian guna meningkatkan produktivitas, menjaga ketahanan pangan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Sadali saat membuka Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Program Pertanian Provinsi Maluku di Kantor Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Maluku, Ambon, Rabu (2/9/2026).
Menurut Sadali, pembangunan pertanian merupakan bagian strategis dari agenda nasional untuk mewujudkan swasembada pangan dan hilirisasi komoditas. Upaya ini juga sejalan dengan Sapta Cita Pemerintah Provinsi Maluku, khususnya pengentasan kemiskinan, penurunan pengangguran, pertumbuhan ekonomi inklusif, dan pengembangan komoditas unggulan daerah.
Ia menekankan, karakteristik geografis Maluku sebagai provinsi kepulauan menuntut pendekatan pembangunan pertanian yang adaptif sesuai potensi dan kondisi masing-masing kabupaten/kota.
“Setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga diperlukan penanganan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah,” ujarnya.
Selain optimalisasi program, Sadali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim, termasuk fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu produksi pertanian.
Pemerintah Provinsi Maluku telah menerbitkan surat edaran kepada bupati dan wali kota untuk memperkuat langkah antisipasi, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan, sistem peringatan dini, mitigasi, hingga optimalisasi pengelolaan air irigasi.
Langkah lainnya mencakup percepatan tanam di wilayah potensial dengan penggunaan varietas berumur genjah dan tahan kekeringan, serta penyesuaian pola tanam berdasarkan kondisi iklim dan ketersediaan air.
Sadali juga meminta perhatian serius terhadap pengaturan pola dan waktu tanam, terutama pada komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi daerah.
Menurutnya, penanganan sektor pertanian membutuhkan langkah terpadu agar peningkatan produksi berjalan beriringan dengan pengendalian harga pangan dan perbaikan kesejahteraan petani.
“Kita membutuhkan pemikiran dan langkah bersama untuk memajukan sektor pertanian agar mampu mendorong peningkatan produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia berharap rapat koordinasi tersebut menghasilkan rekomendasi strategis dan langkah konkret yang dapat segera dilaksanakan oleh seluruh pemangku kepentingan, bukan sekadar menjadi forum pembahasan.
Penguatan sektor pertanian di Maluku diharapkan mampu memperkokoh ketahanan pangan, membantu mengendalikan inflasi, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperbesar kontribusi pertanian terhadap perekonomian daerah.
Rapat tersebut turut dihadiri Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Maluku, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi, kepala dinas yang membidangi pertanian kabupaten/kota, Kepala BRMP Provinsi Maluku, pimpinan balai dan instansi teknis terkait, akademisi Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, Kepala Stasiun Klimatologi Maluku, serta Kepala Bulog Maluku. (F64)
